Ekonomi Indonesia Biayanya Mahal, Kok Bisa?

News - Anisa Sopiah, CNBC Indonesia
23 November 2022 07:55
Kawasan Ekonomi Khusus Foto: doc ekon.go.id

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom senior Indef Aviliani mengatakan kawasan khusus ekonomi (KEK) menjadi jawaban atas permasalahan mahalnya biaya ekonomi Indonesia. Menurutnya, salah satu penyebab rendahnya daya saing Indonesia adalah karena biaya ekonominya yang sangat mahal.

"Dengan isu di G20 mengenai isu lingkungan dan kita sudah berkomitmen di 2030 sehingga kita harus mewajibkan semua itu pada kawasan khusus ekonomi. Karena masalah kita di ekonomi terkait biaya yang sangat mahal, nah ini bisa menurunkan daya saing," terangnya dalam kegiatan Bincang Buku Kawasan Ekonomi: Keberadaan, Peluang, dan Tantangan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (22/11/2022).

Ia membeberkan sejumlah alasan tingginya biaya ekonomi di Indonesia, salah satunya akibat dari biaya pengiriman yang besar dari total harga produksi.

"Jadikan selama ini transportasinya itu mahal, jadi kita udah hitung delivery itu 26% dari total harga pokok, untuk delivery aja," katanya.

Oleh karena itu dengan adanya KEK, menurutnya ini akan memotong ongkos pengiriman karena pengirimannya akan berada di satu lokasi saja.

"Kalau dengan kawasan ekonomi khusus, delivery-nya di situ juga, ada pelabuhan... Terus nggak usah ke pelabuhan Tanjung Priok sendirikan, tapi di situ sudah langsung bisa men-deliver barang-barangnya," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan besarnya pengeluaran ekonomi Indonesia disebabkan oleh tingginya biaya penyediaan infrastruktur dan tenaga kerja.

"Tenaga kerja bisa disatukan di tempat situ kan. Jadi dari mulai tenaga kerja sampai infrastruktur segalanya ada di situ sehingga itu bisa mengurangi cost yang sangat signifikan," ujarnya.

Menurutnya, biaya ekonomi yang mahal ini bisa dikurangi dengan pemberian insentif oleh pemerintah. Dengan adanya KEK, ini akan memudahkan pengaturan kekhususan pemberian insentif kepada industri dan pariwisata.

"Kalau kawasan industri itu selalu diberikan insentif oleh pemerintah kan, jadi itu juga mendapat kekhususan, misalnya untuk bahan baku impor itu biasanya dikurangi pajaknya, terus biasanya bebas pajak selama berapa tahun jadi itu yang membuat sebenarnya costnya bisa diturunkan secara signifikan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Mesin' Mulai Panas, Ekonomi RI Bakal Ngegas


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading