Waspada! RI Umumkan KLB Polio, Temukan Kasus di Aceh

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 November 2022 11:45
A child is measured before receiving a polio capsule during a child stunting prevention programme at an integrated services post in Banda Acehon November 14, 2022. (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP) Foto: AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mengumumkan adanya kejadian luar biasa (KLB) polio di dalam negeri. Hal ini dilakukan setelah adanya temuan satu kasus infeksi virus yang dapat melumpuhkan saraf itu di wilayah Provinsi Aceh.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu memaparkan bahwa kejadian itu ditemukan pada anak berusia 7 tahun 2 bulan di Kabupaten Pidie. Dari hasil tes, anak itu mengidap Virus Polio Tipe 2 dan Sabin Tipe 3.

"Telah terjadi pengecilan pada otot paha dan betis kiri. Tidak memiliki riwayat imunisasi, tidak memiliki riwayat perjalanan/kontak dengan pelaku perjalanan," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (19/11/2022).

Ia mengaku telah meninjau langsung lokasi sekitar rumah korban polio. Menurutnya, masih ada kekurangan dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Masih ada penduduk yang menerapkan BAB terbuka (di sungai). Meskipun ada toilet, lubang pembuangan langsung mengalir ke sungai, yang mana air itu digunakan untuk sumber aktivitas penduduk."

Atas hal ini, pihak pemerintah mengaku akan menggenjot program vaksinasi Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Polio Vaccine (IPV). Apalagi, wilayah sekitar Pidie dan Provinsi Aceh masih memiliki angka vaksinasi polio yang rendah.

Polio sendiri saat ini sudah mulai dapat dianulir di dunia. Maka itu, satu kasus terjadi saja dapat membuat pemerintah menetapkannya sebagai KLB.

Sejauh ini, selain Indonesia, per 15 November 2022 ada 15 negara yang melaporkan kasus itu yakni Yaman, Kongo, Nigeria, Republik Afrika Tengah, Ghana, Somalia, Niger, Chad, Amerika Serikat (AS), Algeria, Mozambik, Eritrea, Togo, dan Ukraina.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid Ngamuk di AS-Jepang, Menkes Ungkap Alasan RI Tetap Aman


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading