Jepang, Inggris, sampai Korsel Keroyokan Garap MRT Jakarta

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
16 November 2022 08:40
Suasana proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A di stasiun Monas Jakarta, Selasa (20/9/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Suasana proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A di stasiun Monas Jakarta, Selasa (20/9/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai-ramai negara menyatakan minat ikut membangun proyek MRT Jakarta. Penyelenggaraan KTT G20 di Bali pun jadi ajang mengesahkan minat investasi tersebut.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Indonesia dengan Jepang, Inggris, dan Korea Selatan (Korsel) di Bali, Senin (14/11/2022) disaksikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Budi mengatakan, momentum Presidensi Indonesia dalam KTT G20 tahun ini dimanfaatkan untuk mencari peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi dengan banyak negara, melalui pendanaan kreatif non-APBN.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur transportasi dapat terus dilakukan di tengah keterbatasan APBN. Sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan daya saing negara.

"Sebagaimana amanat bapak Presiden bahwa pengembangan angkutan massal perkotaan seperti MRT Jakarta sangat penting untuk terus dilakukan. Saat ini DKI Jakarta dinilai sebagai kota yang cukup representatif untuk percontohan pengembangan angkutan massal perkotaan," kata Budi dikutip Rabu (16/11/2022).

"Tempat-tempat lain yang sekarang sedang akan dilakukan studi berkaitan dengan MRT dan LRT yaitu Medan, Bandung, Surabaya, dan Bali," tambahnya.

Saat ini, imbuh dia, banyak negara yang berkeinginan untuk melakukan investasi membangun infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya MRT.

Jepang

Menhub Budi dan Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang Satoru Mizushima menyaksikan penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang tentang kelanjutan pembangunan MRT Jakarta East-West Line Phase 1 Tomang, Dukuh Atas, Senen, Perintis hingga Medan Satria.

Satoru Mizushima mengatakan, Jepang telah berpartisipasi pada pembangunan MRT Jakarta koridor Selatan-Utara (Lebak Bulus-HI) yang telah diresmikan oleh Presiden RI pada Maret 2019.

Kerja sama kedua negara yang telah terjalin membangun MRT, akan membantu memfasilitasi pembangunan MRT selanjutnya yaitu koridor Timur-Barat (east-west).

"Saya berharap kelanjutan kerja sama ini akan semakin meningkatkan kerja sama kedua negara ke depannya di sektor perkeretaapian," katanya.

Seperti yang diketahui MRT koridor Timur-Barat akan membelah wilayah Jakarta mulai dari wilayah Balaraja (Banten) hingga Cikarang (Jawa Barat) sepanjang 87 km dengan jumlah 40 stasiun.

Ini akan jadi koridor terpanjang MRT Jakarta, di mana Fase 1 Lebak Bulus-HI sepanjang 16 km dan Fase 2 Bundaran HI-Kota Tua sepanjang 11,8 kilometer.

Inggris

Menhub Budi bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyaksikan penandatangan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris tentang Kerja Sama Pembangunan MRT Jakarta.

Owen Jenkins mengungkapkan kebanggaannya karena Inggris ambil bagian dalam pengembangan transportasi kereta di Indonesia, termasuk proyek MRT Jakarta east-west fase I dan proyek LRT Jakarta.

"Inggris selalu siap untuk mendukung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan fase-fase MRT berikutnya, termasuk melalui Expression of Interest dari UK Export Finance untuk menyiapkan pendanaan sebesar US$ 1,25 miliar," katanya.

"Kami siap untuk berkolaborasi dengan seluruh mitra untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya", ujar Jenkins.

Korea Selatan

Menhub Budi bersama Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Won Hee-Ryong serta Duta Besar RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto menyaksikan penandatanganan MoU terkait kerja sama pembangunan MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan.

MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan kedua pihak saat kegiatan 28th ASEAN Transport Minister Meeting yang diselenggarakan pada 16-17 Oktober 2022 lalu di Bali. Dalam pertemuan bilateral, Korea Selatan menyampaikan minatnya ikut membangun MRT Jakarta Fase 4 dengan lintas Fatmawati-Kampung Rambutan.

"Saya melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada bulan Juni 2022 lalu, untuk membuka peluang kerja sama dengan pemerintah Korea Selatan," kata Budi.

Budi menambahkan, kesepakatan-kesepakatan tersebut menjadi langkah awal percepatan pengembangan MRT di Jakarta. Yang dirancang menjadi solusi mengurangi kemacetan dan juga sebagai moda transportasi publik yang ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara bersih


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asyik! Tahun Depan MRT Fatmawati-Taman Mini Mulai Dibangun


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading