Wuih! Tembus Banten-Jabar, DKI Bakal Punya MRT Terpanjang

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
25 October 2022 07:55
Suasana proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A di stasiun Monas Jakarta, Selasa (20/9/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Suasana proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A di stasiun Monas Jakarta, Selasa (20/9/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, investor Jepang, Inggris dan Korea Selatan bakal ikut menggarap pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 3 dan 4. Koridor MRT Fase 3 akan menjadi yang terpanjang untuk proyek MRT Jakarta kali  ini.

Menurutnya, investor Jepang dan Inggris bakal menggarap proyek MRT Fase 3 merupakan koridor Timur-Barat yang akan membelah wilayah Jakarta mulai dari wilayah Balaraja (Banten) hingga Cikarang (Jawa Barat/ Jabar) sepanjang 87 kilometer dengan jumlah 40 stasiun.

Ini merupakan koridor terpanjang MRT Jakarta, di mana Fase 1 Lebak Bulus-HI sepanjang 16 km dan Fase 2 Bundaran HI-Kota Tua sepanjang 11,8 kilometer.

Sedangkan investor dari Korea Selatan minat pada proyek Fase 4, yang merupakan koridor lanjutan dari Fatmawati hingga Taman Mini Indonesia Indah sepanjang 10,9 kilometer.

"East-West (Timur-Barat) itu Jepang sama UK (Inggris). Mereka sudah setuju, sedangkan Fatmawati-TMII itu Korea Selatan. Kita juga masih berikan penawaran ke UK (Fatmawati-TMII)," kata Budi dikutip Selasa (25/10/2022).

Rencananya, komitmen akan dibuat pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November mendatang di Bali.

"Untuk fase berikutnya, pemerintah Indonesia akan membuka kerja sama dengan pihak Jepang, Korea Selatan, Inggris yang akan dimulai dengan MoU perhelatan di G20," kata Budi.

Saat ini, studi kelayakan proyek MRT Fase 3 dan 4 tengah dilakukan. Khusus untuk fase 3 atau rute koridor Timur-Barat ditargetkan selesai pada tahun 2023 dan mulai pembangunan pada 2024 mendatang.

Karena itu, perkiraan biaya pembangunan masih menunggu dari hasil studi tersebut rampung.

Budi menjelaskan, banyaknya investor dalam fase kali ini, membuat peluang penentuan kontraktor secara terbuka, sehingga bisa mendapatkan penawaran harga yang lebih murah.

"Selama ini kalau dari Jepang kita harus menuju kontraktor Jepang. Dengan kompetisi kami sudah berkoordinasi dengan pihak itu dan mereka setuju untuk bersama membangun," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penampakannya Panjang, Ini 'Harta Karun' Lain di Proyek MRT


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading