Di Depan China Cs, Jokowi Ungkap Kunci Lepas Dari Krisis!

News - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
12 November 2022 13:15
Presiden Jokowi Dorong Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Jokowi Dorong Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong para pemimpin di negara ASEAN Plus Three (APT) bersatu menghadapi krisis yang sedang dihadapi.

Menurutnya, dalam KTT yang beranggotakan pemimpin ASEAN ditambah pemimpin China, Jepang, dan Republik Korea itu, telah menyematkan dunia dari krisis keuangan 2008.

"Solidaritas dan kerja sama yang membuat ekonomi kawasan mampu bertahan. Sekarang kita kembali diuji dengan krisis global yang lebih dahsyat. Saya sangat percaya dengan spirit yang sama kita mampu menghadapi krisis saat ini," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (12/11/2022).

Jokowi menjelaskan, APT harus fokus setidaknya terhadap tiga isu yaitu krisis pangan, resesi ekonomi, serta stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan.

"Pertama, krisis pangan harus dihindari, mekanisme ketahanan pangan kawasan harus diperkuat, dan cadangan beras darurat APT harus ditingkatkan," jelas Presiden.

Presiden Jokowi Dorong Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)Foto: Presiden Jokowi Dorong Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi Dorong Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi menyebut, teknologi produksi beras berkelanjutan mutlak diperlukan dan kapasitas produksi juga harus diintegrasikan dengan sistem logistik anggota APT demi amankan rantai pasok dan stabilkan harga beras.

"Kedua, resesi ekonomi kawasan harus dihindari dan stabilisasi keuangan harus dilakukan. Sinergi berbagai perangkat finansial APT harus dijalankan khususnya Chiang Mai Initiative Multilateralisation. Ketika ada ancaman krisis finansial, sinergi ini memungkinkan kita untuk peroleh early warning dan dukungan likuiditas" tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur keuangan nasional melalui koordinasi erat antar lembaga keuangan dan bank sentral, peningkatan mobilisasi domestic resources, dan kecermatan menjaga inflasi.

"Ketiga, stabilitas, keamanan dan perdamaian kawasan mutlak diperlukan. Kompetisi harus dikelola dengan baik sehingga tidak berubah menjadi konflik, dan hukum internasional harus selalu dihormati," tegasnya.

Jokowi optimis, apabila APT mampu melakukan semua hal tersebut, maka kawasan akan terus menjadi epicentrum of growth.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Dunia Hadapi Krisis Pangan, Energi & Keuangan


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading