Prabowo Tiba-Tiba Singgung Perang Rusia & Ukraina, Kenapa?

News - sef, CNBC Indonesia
09 November 2022 21:29
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam Pameran Indo Defence 2022 Expo & Forum, Jakarta, Rabu (2/11/2022). (Tangkapan layar Youtube  Sekretariat Presiden) Foto: Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tiba-tiba menyinggung perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ia menyebut ada pelajaran berharga yang dapat diambil dari pertempuran yang tak kunjung berakhir itu.

Kelebihan yang dimiliki Negeri Beruang Merah tidak menjamin keunggulan dalam pertempuran udara. Itu, ujarnya, terjadi akibat banyak hal.

"Apa sebab-sebabnya? Ini juga saya kutip dari penilaian sumber-sumber internasional," ujarnya dalam keterangan pers yang dite rima CNBC Indonesia, Rabu (9/11/2022).

"Pertama, serangan-serangan mereka tidak efektif memberikan pukulan di hari-hari pertama, serangan-serangan tidak terkonsentrasi tetapi tersebar. Sehingga pertahanan dan kekuatan udara Ukraine masih mampu beroperasi," tuturnya.

Faktor berikutnya, kemampuan serangan siber Rusia tak terintegrasi dengan serbuan fisik. Kremlin pun, tambahnya, dinilai gagal menetralisasi serangan udara Ukraina.

Keempat, kata Prabowo, kekuatan Rusia tidak berhasil mengintegrasikan intelijen taktis. Rusia tampak tidak memiliki rencana efektif untuk melawan drone dan unmanned aerial system dari Ukraina.

"Ini bukan saya pro Rusia, atau saya pro Ukraina, tidak," jelasnya.

"Ini pelajaran yang bisa kita ambil, dan bisa Saudara kaji, dan Saudara bantah. Ini saya lempar untuk Saudara bahas dan mencari pengaruh dan apa yang bisa kita dapat dari pelajaran itu," katanya lagi.

Lebih jauh, Prabowo memaparkan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista). Ini guna memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka menjaga kedaulatan.

Peningkatan kompetensi SDM ditandai dengan peluncuran empat fakultas anyar jenjang S-1 di Universitas Pertahanan (Unhan), yang berada di bawah Kemhan). Penambahan melingkupi Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Farmasi.

"Saya lihat waktu itu adanya aset begitu penting ini, tapi waktu itu ada kekurangan. Menurut saya, kekurangannya adalah kekurangan sangat vital, kritis. Kekurangannya yaitu bahwa kita menyelenggarakan pendidikan S-2 dan S-3 dan sebagian besar di bidang manajemen, di bidang strategi," katanya.

"(Penambahan fakultas sebagai) antisipasi yang terjelek bukan menyebarkan pesimisme, tapi meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi ancaman. Demikian juga dengan akibat biologis ini, sekarang kita hadapi bahaya kenaikan harga pangan, langkanya pangan. Belum lagi akibat perang Ukraine dan Rusia," sambungnya.

Prabowo menambahkan, penyelenggaraan pendidikan di Unhan diberikan secara cuma-cuma. Namun, dikhususkan bagi anak-anak berprestasi secara akademis. Setidaknya memiliki kecerdasan intelektual (intellectual intelligence/IQ) minimal 120.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ukraina Yakin Pukul Mundur Rusia dalam 3 Hari, Ini Rahasianya


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading