Top! Jokowi Bakal 'Suntik Mati' PLTU Batu Bara 9,1 GW di 2027

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
25 October 2022 18:39
Ilustrasi (Photo by Pixabay from Pexels) Foto: Ilustrasi (Photo by Pixabay from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia akan mempercepat pemberhentian atau mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu bara pada 2027 sebesar 9,1 Giga Watt (GW).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidatonya di Asean Leadership Forum yang diadakan CSIS, Selasa (25/10/2022).

Airlangga menjelaskan, penghentian dini PLTU Batubara sebagai komitmen pemerintah untuk menuju energi baru terbarukan. Pemerintah kata dia akan mengadopsi dua pendekatan untuk mencapai target zero emission, yakni melalui diversifikasi energi dan konservasi energi.

"Sebagai langkah diversifikasi energi sebagai hasil kami untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 bulan depan, yakni penghentian dini pembangkitan listrik tenaga batu bara sekira 9,1 giga watt pada 2027," jelas Airlangga.

Sementara itu, lewat pendekatan diversifikasi energi lainnya, pemerintah akan memanfaatkan biofuel, pembangkit energi terbarukan seperti tenaga surya, tenaga air, dan alternatif energi baru berbasis listrik, termasuk tenaga nuklir yang sedang dipertimbangkan.

Adapun Indonesia telah berkomitmen pada Perjanjian Paris melalui Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29% paling lambat tahun 2030 dan emisi nol karbon bersih pada tahun 2060 atau lebih awal.

Komitmen pengurangan emisi karbon tersebut penting, mengingat kondisi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir dihadapkan pada bencana alam sebagai dampak dari iklim seperti banjir dan tanah longsor.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pajak Karbon PLTU Siap Jalan 1 Juli 2022, Emisi Yakin Turun?


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading