Internasional

AS-Rusia 'Rusuh' soal Nuklir, Pemerintah RI Angkat Bicara

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
27 September 2022 11:44
Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Faisal Bin Farhan Al Saud, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 7 Juni 2022.  (Dok: Lukas Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Faisal Bin Farhan Al Saud, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 7 Juni 2022. (Dok: Lukas Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Lestari Priansari Marsudi menegaskan jika senjata nuklir merupakan ancaman bagi umat manusia. Ia mengatakan situasi saat ini ini menambah keprihatinan Indonesia terhadap perkembangan yang lambat dan kurangnya komitmen dalam upaya perlucutan senjata nuklir.

"Senjata nuklir merupakan ancaman nyata bagi umat manusia," tegas Retno pada Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati dan Mempromosikan Hari Internasional untuk Perlucutan Senjata Nuklir di New York, Amerika Serikat (AS), Senin (26/09/2022).

''Apalagi saat ini terdapat lebih dari 13 ribu senjata nuklir di dunia. Sementara itu, negara-negara yang memiliki senjata nuklir terus lakukan modernisasi persenjataan nuklir mereka,'' tambah Menlu.

Terkait hal ini, Retno menyampaikan tiga pesan utama, yakni perlucutan senjata nuklir harus terus menjadi prioritas bersama; mekanisme perlucutan senjata global perlu diperkuat; dan pemanfaatan energi nuklir untuk keperluan damai harus terus dikedepankan.

"Keselamatan umat manusia dari bencana nuklir merupakan tanggung jawab seluruh negara. Dalam hal ini, Indonesia terus berkomitmen dalam mendukung upaya tersebut," tegasnya.

Peringatan hari internasional perlucutan senjata nuklir dilakukan untuk mendorong seluruh negara nuklir menjalankan komitmen dalam menghapus senjata nuklir, serta bekerja sama dalam memastikan hak setiap negara dalam penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Saat ini, penggunaan nuklir makin memanas, terutama dalam perang Rusia dan Ukraina yang telah menyeret AS. Tanda-tanda penggunaan senjata nuklir kian mengemuka seiring dengan ancaman tersirat yang dilontarkan Presiden Vladimir Putin.

Terkait hal tersebut, AS pun bereaksi dan memberikan 'balasan' langsung terhadap Rusia. Negeri Paman Sam berjanji akan merespons dengan tegas. AS memperingatkan 'konsekuensi bencana' jika Moskow menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

Peringatan AS terbaru mengikuti ancaman nuklir terselubung yang dibuat pada Rabu oleh Putin, yang mengatakan Rusia akan menggunakan senjata apa pun untuk mempertahankan wilayahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mantan Perwira Rusia Blak-blakan Kondisi Perang Sesungguhnya


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading