Gak Semua, Ternyata Segini Batu Bara yang Diprotes Polandia

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
20 September 2022 20:48
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Bongkar Muat Batu bara di Terminal Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyampaikan bahwa tidak semuanya batu bara RI yang dikirimkan ke Polandia mempunyai kualitas buruk. Hal tersebut diketahui setelah Asosiasi mendapatkan laporan dari pihak Polandia.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan, berdasarkan laporan Polandia, dari 7-8 kali pengapalan batu bara RI ke Polandia, terdapat satu proses pengiriman batu bara yang disebut sebagai bad supply atau pasokan yang tidak sesuai dengan yang disepakati antara pembeli dan penjual.

Hal tersebut disampaikan Polandia melalui Wakil Duta Besarnya bersama BUMN pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) saat berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan APBI.

"Kami dapat info dari Polandia yang berkunjung ke kantor kami bersama BUMN besar Polandia. Mereka melaporkan dari beberapa pengiriman 7-8 yang berlangsung, hanya 1 yang disebut bad supply," kata dia dalam acara Mining Zone CNBC Indonesia, Selasa (20/9/2022).

Meski mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan saat pertama kali melakukan impor batu bara dari Indonesia, namun menurut Hendra, Polandia tetap berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi dengan Pemerintah Indonesia.

"Info mengenai ini kami juga dapatkan dari Polandia yang berkunjung ke kantor kami bersama BUMN Polandia," kata Hendra.

Dari informasi yang diterima oleh CNBC Indonesia sebelumnya, kualitas dan spesifikasi batu bara yang dikirim ke Polandia itu tidak sesuai dengan yang disepakati. Di mana, dari informasi tersebut Polandia melakukan impor batu bara ke Indonesia sekitar 70 ribu sampai 100 ribuan ton.

"Tidak sesuai dengan spek yang disepakati oleh pihak buyer. Kualitas batu bara yang datang ke Polandia jauh dari yang disepakati. Dan ini menjadi isu besar di Polandia. Karena isinya tak hanya batu bara banyak campuran lumpurnya juga," kata sumber kepada CNBC Indonesia, Senin (19/9/2022).

Belum diketahui, jenis atau kalori batu bara yang diminta oleh pihak Polandia dan berapa kalori yang dikirimkan oleh eksportir batu bara dari Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Polandia Protes Keras, Pengusaha Batu Bara Kudu Jaga Kualitas


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading