Pak Jokowi, Proyek Tol Ini Bermasalah, Yakin Bisa Beres 2024?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
16 September 2022 19:14
Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 2 yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang (Dok. Kementerian PUPR) Foto: Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 2 yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang (Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan proyek infrastruktur memang tidak bisa semulus yang dibayangkan. Sampai saat ini ada beberapa ruas tol yang bermasalah namun masih dikejar konstruksinya oleh pemerintah bisa rampung sebelum 2024 mendatang.

1. Tol Cisumdawu

Rencana pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang dimulai sejak 2012 lalu sampai saat ini masih dalam proses konstruksi. Meski saat ini untuk seksi 1 dari Cileunyi-Rancakalong sudah beroperasi pada awal 2022 ini.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tol ini yakni PT Citra Karya Jabar Tol ditargetkan melakukan penyelesaian pada Desember 2022.

"Kondisi realitas di lapangan kita agak pesimis pada Oktober (seksi BUJT), kita harapkan paling lambat Desember, karena jalan ini sudah ditunggu cukup lama oleh masyarakat," katanya.

Pembangunan tol ini cukup kompleks karena kondisi topografi yang sulit. Di mana trase tol harus menembus perut gunung sehingga nantinya tol ini akan menjadi tol terowongan terpanjang yang pertama di RI.

2. Tol Atlantis Imbas Tanah Musnah

Tol Proyek Semarang-Demak 27 km juga terus dikejar pembangunannya sebelum 2024 mendatang. Dimana tol ini juga menjadi tol Proyek Strategis Nasional.

Hanya saja ada permasalahan kondisi tanah musnah yang membuat daratan yang menjadi trase tol tertutup oleh air laut sehingga terlihat seperti fenomena yang terjadi pada Atlantis.

Akibat 'fenomena Atlantis' ini, proses perhitungan dan pembebasan lahan menjadi kendala, sebab lahan itu sebelumnya dimiliki oleh sejumlah pihak namun kini sudah terendam air laut.

Saat ini pemerintah tengah memperkuat payung hukum untuk pembebasan lahan kondisi tanah musnah milik masyarakat yang terjadi pada seksi 1.

Sedangkan untuk seksi 2 pembangunannya sudah hampir rampung dengan progres 91,7%.

"Semarang-Demak seksi 2 hampir selesai. Seksi 1 kita sedang menunggu yang menghambat kepastian tanah musnah ini, memastikan kerangka hukumnya supaya prosesnya di situ juga nggak bermasalah," kata Hedy dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI dikutip Jumat (16/9/2022).

Ada dua seksi pembangunan tol Semarang-Demak,yakni seksi 1 Semarang-Sayung mendatang dan seksi 2 Sayung-Demak. Adapun seksi 2 ditargetkan kelar pada November 2022 sedangkan seksi 1 pada 2024 mendatang.

3. Padang-Sicincin

Pembangunan salah satu ruas dari Tol Padang-Pekanbaru yakni Padang-Sicincin ini sempat terhenti sejak Desember 2021 karena permasalahan pembebasan lahan. Di mana diskusi pembebasan lahan alot imbas melewati tanah adat.

Dan kini, menurut Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro proses konstruksi sudah kembali dilakukan.

"Kami berterima kasih pada semua pihak yang telah membantu penyelesaian pembebasan lahan pembangunan Padang-Sicincin. Hutama Karya segera memulai kembali konstruksinya," jelasnya dalam keterangan, dikutip Jumat (16/9/2022).

Adapun tol ini ditargetkan rampung pada 2024 mendatang.

Pekerja menyelesaikan pembangunan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) seksi III di Beji, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/7/2022). Jalan tol tersebut merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road atau JORR II yang menghubungkan Kukusan–Cinere Depok sepanjang 5,5 kilometer. (CNBC Indoneia/ Tri Susilo)Foto: Pekerja menyelesaikan pembangunan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) seksi III di Beji, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/7/2022). Jalan tol tersebut merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road atau JORR II yang menghubungkan Kukusan–Cinere Depok sepanjang 5,5 kilometer. (CNBC Indoneia/ Tri Susilo)
Pekerja menyelesaikan pembangunan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) seksi III di Beji, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/7/2022). Jalan tol tersebut merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road atau JORR II yang menghubungkan Kukusan–Cinere Depok sepanjang 5,5 kilometer. (CNBC Indoneia/ Tri Susilo)

4. Serpong-Cinere dan Cinere Jagorawi

Tol Serpong Cinere seksi 2 yang sudah melakukan uji laik fungsi, saat ini masih belum bisa beroperasi meski proses konstruksi sudah rampung. Saat ini masih menunggu pengoperasian Cinere Jagorawi seksi 3.

Di mana isu yang terjadi pada ruas tol Cinere-Jagorawi adalah permasalahan pembebasan lahan.

2020 lalu Warga kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok Jawa Barat sempat menolak ramai-ramai untuk pembebasan lahan proyek ini.

Namun kini pembangunan tol yang dibangun sejak 2006 lalu ini, sudah mau rampung. Progres pembebasan lahan sudah mencapai 94,8% dan pekerjaan fisik mencapai 56%, yang ditarget rampung pada Desember 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Panen! 13 Jalan Tol Baru Antre, Beres Tahun Ini


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading