Pabrik Trauma, BBM Naik Bisa Langsung Pukul Penjualan Mobil

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 September 2022 19:55
Suzuki S-Presso di ajang Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Suzuki S-Presso di ajang Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai Sabtu (3/9/22) lalu per pukul 14.30 WIB. Kenaikan harga BBM ini bakal berpengaruh besar terhadap penjualan ritel. Bisa jadi juga berdampak besar terhadap penjualan mobil nasional.

"Belajar dari sejarah, mengenai penjualan mobil dikaitkan dengan kenaikan harga BBM. Pernah di 2003 ada kenaikan cukup signifikan harga bahan bakar minyak, dan saat itu berdampak ke penurun penjualan," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara kepada CNBC Indonesia, Senin (5/9/22).

Hampir 20 tahun silam di Januari 2003, harga BBM naik dari Rp 1.550 per liter menjadi Rp 1.810 per liter. Kala itu, penjualan mobil di Januari 2003 hanya ada di angka 26.324 unit.

Namun, kenaikan harga BBM tidak selalu linear dengan menurunnya penjualan mobil. Saat terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2013 silam dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 6.500/liter, penjualan mobil justru naik.

"Tapi 2013 ada naik BBM penyesuaian tapi penjualannya malah naik. Jadi faktor-faktor lain ini perlu dipertimbangkan dengan cermat, karena itu kami ingin bertahan dengan positif," kata Kukuh.

Di tahun ini kondisinya berbeda, dimana kenaikan harga BBM juga ada di momen pandemic Covid-19, dimana gejolak ekonomi tidak normal sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Karenanya, Kukuh sulit memprediksi berapa besar penurunan atau kenaikan penjualan setelah kenaikan harga BBM tersebut.

"Susah diprediksi, kita amati dulu karena berkaitan minat. Sebenarnya demand ada tapi seberapa besar perubahannya, bukan keahlian kita perhitungkan itu," sebutnya.

Sebagai catatan, Total selama Januari hingga Juli 2022 sudah ada 561.287 unit mobil baru yang dikirimkan ke dealer (wholesales). Angka tersebut naik 22% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Lebih lanjut, dari data yang tercatat di Gaikindo menyebutkan, penjualan dari dealer ke konsumen pada Juli 2022 mencapai 80.518 unit baru.

Artikel Selanjutnya

Pecah Rekor! Penjualan Mobil di RI Tiba-Tiba 'Meledak'


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading