Sempat Rekor, Penjualan Mobil di April Terjun Lagi

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 May 2022 14:39
Sales marketing menawarkan produk mobil di Tunas Daihatsu Tebet, Jakarta, Selasa (16/6). Pandemi corona membuat angka penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan drastis. Penjualan mobil bulan lalu anjlok hingga 95 persen bila periode yang sama tahun 2019.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh detikOto dari PT Astra International Tbk, pada bulan kelima tahun 2020, industri otomotif hanya mampu mengirim 3.551 unit mobil baru. Angka ini merosot 95 % dibanding bulan Mei 2019, di mana saat itu mencapai 84.109 unit. Angka ini merupakan penjualan berupa wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer. Seperti diketahui, banyak pabrik otomotif di Indonesia yang berhenti produksi sementara di tengah pandemi COVID-19. Wajar jika distribusinya pada Mei 2020 anjlok drastis. Adapun mengatasi penurunan banyak pabrikan otomotif  menawarkan paket penjualan khusus demi mendongkrak penjualan. Rendi selaku supervisor di Tunas Daihatsu Tebet mengatakan

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil pada bulan April 2022 turun cukup dalam. Pada bulan lalu, penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) secara nasional hanya menyentuh 82.877 unit, padahal di bulan sebelumnya mencapai hampir 100 ribu unit atau tepatnya 98.544 unit, atau rekor selama pandemi.

Dengan capaian penjualan tersebut, artinya ada penurunan sebanyak 15.667 unit atau 15,9% dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu penjualan dari diler ke konsumen (retail sales) juga turun sebesar 8.350 unit (9,3%) dari 89.965 unit di Maret 2022 menjadi 81.165 unit di April 2022. Penurunan penjualan ini tidak lepas dari beberapa factor.


"Kan relaksasi PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) berakhir di Maret, lalu di April juga bulan puasa (masa libur lebaran)," kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto kepada CNBC Indonesia, Kamis (19/5/22).

Pemerintah memang sempat memberikan relaksasi PPnBM untuk mobil baru mulai Maret 2021 hingga Maret 2022 untuk mobil dengan syarat tertentu. Pada momen tersebut, penurunan harga mobil mencapai belasan hingga Rp 60 jutaan untuk jenis sedan.

Alhasil banyak konsumen yang tertarik untuk membeli kendaraan baru. Namun, setelah kebijakan itu tidak berlanjut April 2022, maka penjualan pun ikut menurun.

Meski ada penurunan penjualan month to month (MtM), namun secara year on year atau dari April 2021 ke April 2022 ternyata ada kenaikan. Pada April 2021 wholesales tercatat 78.908 unit, sementara di April 2022 menjadi 82.877 unit, artinya ada kenaikan penjualan 3.969 unit atau 5%.

Sementara dari retail sales juga ada kenaikan dari 79.502 unit di April 2021 menjadi 81.615 unit di April 2022. Artinya ada kenaikan 2.113 unit atau 2,7%.

Selain itu, secara quartal to quartal (QtQ) pun juga ada kenaikan. Wholesales Januari-April 2021 tercatat 265.934 unit, sementara Januari-April 2022 tercatat 346.849 unit. Ada kenaikan signifikan sebesar 80.915 unit atau 30,4%.

Sementara dari retail sales juga naik dari 257.958 unit pada Januari-April 2021 menjadi 320.370 unit pada periode yang sama di tahun ini. Artinya kenaikan retail sales mencapai 62.412 unit atau 24,2%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kalah di Sepakbola, RI Tumbangkan Thailand Soal Jualan Mobil


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading