Perhatian! Ada Kabar Gembira Dari Data Covid RI Terkini

News - Maesaroh, CNBC Indonesia
29 August 2022 12:07
Students attend a flag-raising ceremony before singing the national anthem on the first day of in-person classes after years-long Covid-19 lockdowns at Pedro Guevara Elementary School in Manila on August 22, 2022. (Photo by Maria Tan / AFP) (Photo by MARIA TAN/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/MARIA TAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan penurunan. Catatan positif lainnya adalah angka kematian mulai melandai setelah terus menanjak dalam sebulan sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tambahan kasus Covid-19 selama sepekan terakhir (22-28 Agustus) menembus 30.747, melandai 6,21% dibandingkan pada pekan sebelumnya (15-21 Agustus) yang mencapai 32.783.

Artinya, dalam empat pekan terakhir atau sebulan terakhir, kasus Covid-19 Indonesia terus melandai. Pada pekan sebelumnya, kasus Covid-19 juga turun 13,26% dan dua pekan sebelumnya melandai 0,17%.

Kasus Covid-19 di Indonesia mulai melonjak pada akhir Mei tahun ini seiring masuknya subvarian BA.4, BA.5.

Melandainya kasus Covid-19 pada pekan ke empat Agustus, disebabkan penurunan kasus di sebagian besar provinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta dan Banten. Namun kasus di provinsi Jawa Barat dan Banten melonjak.

Dalam sepekan terakhir, kasus Covid-19 di Jakarta bertambah 13.001, atau turun 14,8% dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 15.266. Kasus di Banten bertambah 3.654 sepekan atau turun 1,08% dibandingkan pekan sebelumnya ( 3.694).

Kasus di Jawa Barat tercatat 6.584 dalam sepekan terakhir atau naik 6,6%. Tambahan kasus Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 1.017 dalam sepekan, naik 3,9% dalam sepekan terakhir.

Rata-rata angka positivity rate sepekan terakhir akhirnya juga melandai setelah terus mengalami kenaikan tajam.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata positivity rate ada di kisaran 10,63%, melandai dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 11,86%. Kendati melandai, positivity rate masih dua kali lipat di atas ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni 5%.

Angka kematian juga menunjukkan penurunan setelah terus melonjak dalam empat peka berturut-turut sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, kasus kematian menyentuh 123 jiwa, turun 18,5% dibandingkan pekan sebelumnya (151 jiwa).'

Pada Minggu (28/8/2022), angka kematian tercatat tujuh jiwa atau terendah sejak 24 Juli 2022 atau dalam sebulan lebih. Angka kematian pada Minggu juga menjadi kasus kematian single digit pertama sejak 24 Juli lalu.

Angka kematian terus merangkak naik dalam sebulan terakhir. Pada lima pekan lalu, angka kematian masih tercatat 91 kemudian meningkat menjadi 102 pada empat pekan lalu, 131 pada tiga pekan lalu, dan 151 pada dua pekan lalu.

Angka kematian di Jawa Tengah dan DKI Jakarta mencapai 21 jiwa dalam sepekan terakhir, turun dibandingkan pada pekan sebelumnya yang tercatat masing-masing 30 dan 23. Provinsi Bali juga mencatatkan turunnya angka kematian dari 28 jiwa pada pekan lalu menjadi 15 jiwa pada pekan ini. Tiga provinsi tersebut merupakan penyumbang angka kematian terbesar dalam sebulan terakhir. 

Sementara itu, data BNPB juga menunjukkan jumlah penerima vaksin lengkap hingga Minggu (28/8/2022) mencapai 170,88 juta atau 73% dari sasaran. Penerima vaksinasi booster mencapai 60,31 juta atau 25,7% dari sasaran.

Sebagai upaya untuk mempercepat vaksinasi booster, pemerintah mulai Selasa (30/8/2022), menjadikan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan jarak jauh, seperti dengan menggunakan pesawat terbang dan kereta api.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tahun Lalu Dihantam Delta, Kini BA4-BA5, RI Siap Pak Jokowi?


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading