Internasional

Bos Intelijen Inggris Punya Ramalan Tak Sedap soal Perang

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
15 August 2022 15:30
Seorang pria melihat asap setelah ledakan terdengar saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina 5 Juni 2022. (REUTERS/EDGAR SU) Foto: Seorang pria melihat asap setelah ledakan terdengar saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina 5 Juni 2022. (REUTERS/EDGAR SU)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Intelijen Pertahanan dan Panglima Komando Strategis Inggris, Letjen Sir Jim Hockenhull, memberikan peringatan terbaru terkait perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ia mengatakan perang ini kemungkinan besar akan berlangsung cukup lama.

Dalam sebuah penampilan publik yang jarang terjadi, Hockenhull menyebutkan bahwa hal ini didasari oleh peta serangan yang mulai berubah di Ukraina. Ia menjabarkan saat ini Kyiv terus menyerbu wilayah Selatan dan ini membuat Rusia terus memobilisasi pasukan dari wilayah Donbas.

Namun menurutnya, meski terus dihujani serangan Ukraina dan menderita kerugian yang cukup signifikan, Moskow memiliki celah untuk membalas setiap serangan yang diluncurkan Kyiv.


"Saya memahami keinginan Ukraina untuk merebut kembali wilayah, tetapi menambahkan bahwa sementara akan ada serangan balik dan serangan balik," ujarnya seperti dikutip BBC, Senin (15/8/2022).

Ia kemudian menambahkan terkait potensi penggunaan senjata nuklir yang mungkin terjadi dalam teater perang itu. Hockenhull mengaku tidak percaya akan ada tindakan yang mengarah ke tindakan itu. Walau begitu, ia mengatakan pihaknya masih mengamati gerak-gerik Rusia saat ini.

"Ini diawasi dengan 'sangat, sangat dekat.' Doktrin militer Rusia, tidak seperti Barat, mencakup penggunaan senjata nuklir taktis, atau medan perang, untuk operasi militer."

"Kemungkinan penggunaannya dapat berubah jika dinamika medan perang berubah," jelasnya..

Lebih lanjut, Hockenhull juga memaparkan mengenai potensi ancaman dari China yang terus meningkat. Ini dibuktikan dengan kehadiran militer Beijing yang lebih aktif di wilayah Taiwan.

Dengan posisinya saat ini yang juga mencakup keamanan siber dan luar angkasa, ia meminta agar terjadi modernisasi di tubuh militer Inggris untuk menghadapi ancaman ini. Ia juga mengatakan dengan posisi ancaman dari Rusia dan China ini, pekerjaan intelijen militer Inggris tidak akan menjadi mudah.

"Tidak pantas untuk tidak menganggap modernisasi militer yang luar biasa dengan negara yang bertekad untuk menyelesaikan masalah politik sebagai masalah," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

7 Update Perang Rusia-Ukraina, Putin Siap Hadapi NATO


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading