Omicron Bisa Mematikan! Muncul Gejala Ini, Langsung Tes

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
11 August 2022 09:20
Sejumlah warga mengikuti program vaksin di SMA Percik Jakarta, Kamis, 10/6. Sasaran vaksinasi COVID-19 kini diperluas hingga kelompok usia 18 tahun ke atas. Saat ini, baru DKI Jakarta yang secara terbuka menyasar kelompok usia 18 tahun ke atas dalam program vaksinasi COVID-19. Kementerian Kesehatan dalam suratnya untuk Dinas Kesehatan DKI menyebut ada beberapa pertimbangan soal itu. Salah satunya, kasus aktif di DKI terhitung tinggi dalam beberapa waktu belakangan yakni 7,62 persen dalam sepekan terakhir. Dari angka tersebut, 35 persen kasus positif memiliki gejala sedang hingga kritis dan perlu dirawat di rumah sakit. Vaksinasi COVID-19 untuk kelompok 18 tahun ke atas di DKI akan menggunakan vaksin AstraZeneca. Tidak ada pertimbangan khusus, mengingat DKI memang mendapat banyak alokasi vaksin jenis tersebut. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Sejumlah warga mengikuti program vaksinasi kelompok usia 18 tahun ke atas di SMA Percik Jakarta, Kamis (10/6/2021). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gejala Covid-19 varian Omicron memang tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Namun, Omicron bisa begitu mematikan jika terus dibiarkan. Masyarakat pun diminta untuk segera melakukan tes Covid-19 jika mengalami gejala seperti flu dan batuk.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan beberapa waktu lalu menuturkan, yang membedakan antara flu biasa dan Omicron adalah pasien Omicron umumnya juga merasakan nyeri tenggorokan.


"Gejala yang khas pada omicron adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorokan, terutama tenggorokan gatal. Memang sedikit mirip dengan [gejala] flu," ungkap Erlina Burhan.

"Namun jarang flu itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal, flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk."

Meski gejalanya mirip flu, ini bukan berarti Omicron tidak ganas. Sebuah rumah sakit di Israel menemukan kasus pertama peradangan jantung pada pasien yang terinfeksi virus corona varian Omicron.

Dokter di Pusat Medis Sheba di Tel Hashomer mengatakan kepada Channel 12 News bahwa seorang pria berusia 43 tahun dirawat di rumah sakit di bangsal virus corona dan dirawat karena miokarditis (radang otot jantung).

"Ini adalah pertama kalinya kami melihat ini dengan Omicron," kata Prof. Shlomi Matetzky, seorang ahli jantung di rumah sakit, dikutip dari Times of Israel.

"Ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan yang perlu kita pikirkan. Kami terus mengawasi pasien yang saat ini dalam perawatan intensif," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buruan Tes Covid-19 Jika Muncul Gejala Ini Saat Bangun Tidur


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading