Ekonomi Melesat 5,44%, Begini Arah Kebijakan BI Selanjutnya!

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
09 August 2022 11:40
Gedung BI Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai 5,44% (year on year/yoy) pada kuartal II-2022. Capaian ini sempat mengejutkan, karena berada di atas ekspektasi pasar.

Lalu bagaimana arah kebijakan Bank Indonesia (BI) ke depan?

"Bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi & sistem keuangan (pro stability) melalui kebijakan moneter, sementara kebijakan lainnya diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi (pro growth), sebagai bagian dari bauran kebijakan ekonomi nasional," ungkap Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam siaran pers, Selasa (9/8/2022)

Dody menuturkan capaian perekonomian tersebut ditopang oleh peningkatan konsumsi serta kinerja ekspor. Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,51% (yoy), jauh di atas capaian triwulan sebelumnya sebesar 4,34% (yoy). Kinerja positif tersebut didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan semakin longgarnya kebijakan pembatasan mobilitas dan aktivitas terkait perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Investasi tumbuh melambat sebesar 3,07 % (yoy), terutama investasi bangunan, di tengah kinerja investasi nonbangunan yang tetap baik. Sementara itu, konsumsi Pemerintah masih terkontraksi sebesar 5,24% (yoy) terutama bersumber dari penurunan belanja barang untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sejalan dengan membaiknya kondisi pandemi Covid-19.

Pertumbuhan ekspor tercatat meningkat sebesar 19,74% (yoy), ditopang oleh permintaan mitra dagang utama yang tetap kuat. Sementara itu, impor tumbuh tinggi sebesar 12,34% (yoy) sejalan dengan kinerja permintaan domestik dan ekspor yang membaik.

Dody melihat risiko dari memburuknya perkonomian global dan kenaikan inflasi perlu terus dicermati dan akan direspons dengan kalibrasi bauran kebijakan.

"Peningkatan tekanan inflasi global sebagai imbas kenaikan harga komoditas internasional yang berdampak pada inflasi domestik perlu dimitigasi dengan stabilitas nilai tukar serta respons kebijakan untuk mengendalikan ekspektasi inflasi dan koordinasi dalam menjaga kesinambungan pasokan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Belum Pulih Total, BI: Rakyat Baru Mulai Bisa Makan Enak


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading