RAPBN 2023

Nih! Ramalan Sri Mulyani Soal Harga Minyak, Batu Bara & CPO

News - Chandra Asmara, CNBC Indonesia
08 August 2022 17:10
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait Sidang Kabinet Paripurna, Kantor Presiden, 8 Agustus 2022. (Tangkapan Layar Via Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait Sidang Kabinet Paripurna, Kantor Presiden, 8 Agustus 2022. (Tangkapan Layar Via Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan harga komoditas internasional tidak akan setinggi sekarang. Baik itu harga minyak dunia, batu bara maupun minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

"Tahun ini harga-harga dari minyak dalam hal ini US$ 95 per barel sampai di atas US$ 100 per barel. Diperkirakan tahun depan melemah pada level US$ 90 per barel," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers usai rapat kabinet, Senin (8/8/2022)

Harga batu bara juga akan alami hal serupa. Apabila kini rata-rata US$ 224 per ton, maka tahun depan Sri Mulyani memperkirakan harganya akan turun ke bawah US$ 200 per ton.


"Diperkirakan akan lebih lemah pada level US$ 200 per ton," jelasnya.

Komoditas ekspor andalan Indonesia yang diperkirakan alami penurunan harga di tahun depan adalah CPO. Perkiraan Sri Mulyani harganya akan turun ke bawah US$ 1.000 per ton.

Banyak faktor yang menyebabkan menurunnya harga komoditas. Salah satu faktor terbesarnya adalah kemungkinan terjadinya resesi dan stagflasi di beberapa negara sehingga mengurangi jumlah permintaan.

Lonjakan harga komoditas terjadi akibat meletusnya perang Rusia dan Ukraina beberapa waktu lalu. Sejauh ini, penerimaan pajak akibat lonjakan harga komoditas telah mencapai Rp 279 triliun. Kemudian penerimaan pada bea keluar juga melonjak hingga Rp 48,9 triliun, khususnya dari minyak kelapa sawit (CPO).

"Jadi tidak akan terulang pada level setinggi ini," jelasnya.

Penurunan harga yang dimungkinkan terjadi harus dapat diwaspadai oleh pemerintah, terutama dalam pengaruhnya terhadap APBN.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kas Negara Melimpah, Segini Setoran Diterima dalam 2 Bulan


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading