To the Moon! Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44%

News - Cantika AP Noveria, CNBC Indonesia
05 August 2022 09:14
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2022. Hasilnya sesuai ekspektasi, ekonomi Tanah Air tumbuh tinggi.

Pada kuartal II-2022, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 3,72% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Jadi meski pada kuartal I-2022 terjadi kontraksi (pertumbuhan negatif) 0,96%, tetapi tidak berlanjut pada kuartal II-2022. Tidak ada kontraksi dua kuartal beruntun, tidak ada resesi teknikal.

Sementara dibandingkan kuartal II-2022 (year-on-year/yoy), ekonomi Ibu Pertiwi tumbuh 5,44%. Lebih baik ketimbang pencapaian kuartal I-2022 yang tumbuh 5,01%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ciamik ini sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 adalah 3,5% qtq dan 5,17% yoy. Sementara konsensus versi Reuters menghasilkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi 3,44% qtq dan 5,17% yoy.

"Kondisi ekonomi global dihadapkan kepada sejumlah tantangan. Tekanan inflasi di beberapa negara sudah cukup tinggi. Uni Eropa 9,6%, Amerika 9,1%, Inggris 8,2%, Korea 6,1%. IMF juga melakukan revisi pertumbuhan ekonomi, turun ke bawah. Untuk 2022, semula adalah 3,6% menjadi 3,2%," papar Margo Yuwono, Kepala BPS, dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Dengan kenaikan harga komoditas, lanjut Margo, Indonesia mendapatkan keuntungan dan neraca perdagangan membukukan surplus US$ 15,55 miliar. Naik 148,01% yoy.

Di dalam negeri, tambah Margo, penanganan pandemi Covid-19 membaik sehingga mobilitas penduduk meningkat. Daya beli pun terjaga, konsumsi dan aktivitas produksi terakselerasi.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) juga terus meredam tekanan global. Margo menyebut subsidi energi dan bantuan sosial meningkat masing-masing 11,34% yoy dan 56,17% yoy. Sementara BI memilih tidak menaikkan suku bunga acuan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masyarakat Doyan Belanja, Pemerintah Malah Sebaliknya


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading