Internasional

Ekonomi Australia Lesu, Apa Dampaknya Buat RI?

News - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
04 August 2022 11:30
Bongkar Muat Sapi Impor Australia (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Bongkar Muat Sapi Impor Australia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Berbicara soal ekspor impor Australia, faktanya negara kita memiliki hubungan perdagangan dengan Australia. Menurut pangkalan data perdagangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Comtrade), nilai perdagangan barang antara Indonesia dan Australia mencapai US$12,64 miliar pada 2021, rekor tertinggi sejak tahun 1989.

Dengan nilai perdagangan tersebut, Australia menjadi mitra dagang terbesar ke-10 bagi Indonesia pada tahun lalu, dengan kontribusi sekitar 2,95% terhadap total nilai perdagangan barang Indonesia.


Namun, pada 2021 Indonesia membukukan defisit perdagangan barang dengan Australia sebesar US$ 6,2 miliar. Ini menjadi defisit paling besar sejak 1989. Sementara, nilai impor Indonesia terhadap Australia mencapai US$ 9,4 miliar.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia dari negara tersebut tumbuh 102,83% (yoy) ke US$ 9,42 miliar pada tahun 2021. Berikut lima komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Australia.

Kerja sama perdagangan Indonesia-Australia akan terus berlanjut. Di mana Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) akan mendongkrak nilai perdangan Indonesia-Australia ke depan.

Dalam kerangka perjanjian ini, juga Australia menghapus 6.474 pos tarif produk Indonesia menjadi nol. Karena itu, kerja sama itupun telah mendongkrak nilai perdagangan antar dua negara.

Menurut Kementerian Perdagangan impor Indonesia lebih besar dibandingkan ekspor lantaran impor bahan baku dan penolong mencapai 90,65% dari total impor, sedangkan barang modalnya hanya sekitar 1,49%.

Contoh konkret, manfaat itu antara lain impor batu bara jenis lignit yang digunakan industri baja Indonesia. Sedangkan produk baja tersebut kemudian berhasil menembus pasar ekspor ke Tiongkok, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa.

Kemudian impor gandum dari Australia menjadi produk makanan yang bernilai tambah dan diekspor ke pasar global. Di mana Indonesia adalah negara dengan iklim tropis, gandum tidak mungkin tumbuh dan Indonesia sangat tergantung dari impor.

Tetapi, hambatan terhadap pertumbuhan dari perang Rusia-Ukraina, prospek ekonomi global yang penuh ketidakpastian, hingga gejolak wabah yang masih bertahan akan mengancam perdagangan Indonesia-Australia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(aum/aum)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Neraca Perdagangan RI Ciamik, Rekor Sepanjang Masa

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading