Tangkal Krisis, Pemerintah Diminta Tegas ke Pemasok Batu Bara

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
03 August 2022 16:20
Coal piles are seen at a warehouse of the Trypillian thermal power plant, owned by Ukrainian state-run energy company Centrenergo, in Kiev region, Ukraine November 23, 2017. Picture taken November 23, 2017. REUTERS/Valentyn Ogirenko Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mendesak agar pemerintah dapat bertindak tegas pada pemasok batu bara yang menunda pengiriman batu bara ke PLN (Persero). Pasalnya, hal tersebut dapat berdampak pada pengoperasian PLTU.

Menurut dia jika para pemasok atau pengusaha tambang batu bara tetap menahan untuk mengirimkan pasokan, sudah dapat dipastikan bahwa krisis pasokan batu bara akan terulang kembali seperti di awal tahun. Dengan begitu, maka potensi pemadaman akan terjadi.

Apalagi menurut dia saat ini sudah terdapat electronic Monitoring. Melalui aplikasi tersebut pemerintah seharusnya sudah dapat mengetahui siapa saja pihak-pihak yang tidak mengirimkan batu baranya untuk kebutuhan PLN.

"Kementerian ESDM punya data siapa saja yang gak mengirim. Kalau itu gak sesuai DMO maka seharusnya dia diberikan sanksi mulai teguran, denda, larangan ekspor hingga larangan produksi," ujar Fahmy kepada CNBC Indonesia, Rabu (3/8/2022).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Lana Saria menjelaskan bahwa Ditjen Minerba telah menerbitkan surat penugasan untuk memenuhi tambahan kebutuhan batu bara untuk PLN. Adapun di dalam surat penugasan tersebut tercantum volume batu bara yang harusnya dipasok ke PLN.

"Selanjutnya PLN dan Pemasok akan menyepakati dalam kontrak/perjanjian jual beli termasuk di dalamnya jadwal pengiriman batu bara, sehingga tidak ada alasan bagi salah satu pihak untuk menunda pengiriman," ujar Lana.

Oleh sebab itu, dengan melihat kondisi sekarang ini, menurut Lana pihaknya akan melakukan monitoring realisasi penugasan. Pemerintah tak ragu-ragu untuk menindak pemasok yang tidak melaksanakan penugasan dengan menutup fitur ekspornya pada aplikasi Mineral Online Monitoring System (MOMS).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh Pemasok Batu Bara Ogah Suplai ke PLN, Ini Alasannya..


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading