Silakan Pegang! Nih Janji Sri Mulyani Soal Utang

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
02 August 2022 08:35
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers  Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkomitmen penuh dalam menjaga utang Indonesia. Khususnya menurunkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kembali ke level di bawah 3% atas produk domestik bruto (PDB).

"Pemerintah akan mengendalikan defisit APBN dan menjaga manajemen utang dalam batas aman melalui komitmen pelaksanaan konsolidasi fiskal pada 2023," tegasnya dalam konferensi pers, Senin (1/8/2022)

Sri Mulyani juga akan sangat berhati-hati dalam penerbitan surat berharga negara (SBN) di tengah tingginya ketidakpastian global. Sehingga penarikan utang tidak memakan biaya yang sangat besar.

"Pemerintah menerapkan strategi pembiayaan yang fleksibel, oportunis namun tetap hati-hati," ujarnya.

Hingga akhir Juni 2022 APBN tercatat surplus sebesar Rp 73,6 triliun atau 0,39% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Keseimbangan primer juga masih surplus dengan besaran Rp 259,7 triliun.

Posisi utang pemerintah hingga Juni 2022 mencapai Rp 7.123,62 triliun. Lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Mei 2022 yang sebesar Rp 7.002,24 triliun.

Sementara itu untuk rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kini berada di level 39,56%.

Berdasarkan jenisnya, utang pemerintah didominasi oleh instrumen SBN yang mencapai 88,46 persen dari seluruh komposisi utang akhir Juni 2022. Sementara berdasarkan mata uang, utang Pemerintah didominasi oleh mata uang domestik (Rupiah), yaitu 70,29 persen.

Selain itu, saat ini kepemilikan oleh investor asing terus menurun sejak tahun 2019 yang mencapai 38,57 persen, hingga akhir tahun 2021 tercatat 19,05 persen, dan per 5 Juli 2022 mencapai 15,89 persen


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Ketiban 'Durian Runtuh', Pantas Nggak Ngoyo Tambah Utang


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading