Internasional

Permintaan Rumah di AS Menurun, Bagaimana dengan Harganya?

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
01 August 2022 20:17
An unoccupied home is seen in the Penn Estates development where most of the homeowners are underwater on their mortgages in East Stroudsburg, Pennsylvania, U.S., June 20, 2018. Picture taken June 20, 2018. REUTERS/Mike Segar Foto: REUTERS/Mike Segar

Jakarta, CNBC Indonesia - Permintaan pembelian rumah di Amerika Serikat (AS) pada bulan Juni menurun tajam akibat naiknya tingkat hipotek dan inflasi. Ini menyebabkan harganya mengalami kenaikan yang melambat, tapi masih lebih tinggi dari tahun lalu, ungkap laporan Black Knight.

Mengutip CNBC Internasional, Senin (1/8/2022), tingkat apresiasi harga tahunan turun dua poin dari 19,3% menjadi 17,3%. Kenaikan harga masih kuat dikarenakan masih ada ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Mortage News Daily melaporkan tingkat rata-rata hipotek pada bulan Juni melampaui 6%. Sejak itu, menurun kembali pada kisaran 5% yang lebih rendah tapi tetap lebih tinggi dari kisaran 3% pada awal tahun 2022.


"Perlambatan terjadi secara luas diantara 50 pasar pada level metro, dengan beberapa area mengalami penurunan yang lebih nyata," kata presiden Black Knight Data & Analytics, Ben Graboske.

"Faktanya 25% pasar utama AS mengalami pertumbuhan yang melambat 3 poin pada Juni, dengan empat atau lebih poin melambat dalam satu bulan itu saja".

Ini menjadi rekor penurunan yang tajam secara nasional. Namun Graboske mengatakan, pasar akan melihat hingga enam bulan lagi perlambatan serupa agar pertumbuhan harga kembali ke rata-rata jangka panjang.

Menurut Graboske, butuh sekitar lima bulan agar dampak suku bunga bisa sepenuhnya tecermin pada harga rumah.

Pasar dengan penurunan tajam adalah yang sempat mencatatkan rekor tertinggi di AS. Misalnya San Jose California anjlok 5,1% dalam dua bulan terakhir dan memotong US$ 75 ribu.

Seattle menurun 3,8% dalam dua bulan terakhir atau berkurang US$ 30 ribu. Selain itu San Fransisco, San Diego dan Denver menjadi lima besar wilayah dengan penurunan harga terbesar.

Tren ini berlangsung seiring lonjakan tajam penjualan rumah yakni 22% selama dua bulan terakhir. Namun ini masih 54% lebih rendah dari periode 2017-2019.

"Dengan kekurangan lebih dari 700 ribu listing nasional, dibutuhkan lebih dari satu tahun peningkatan rekor seperti itu untuk tingkat inventaris agar normal," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bikin Bengong! Harga Tanah Kota Baru Pinggir DKI Rp 36 Juta/M


(npb/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading