Pertamina & Pemprov DKI Mulai Bahas Pembatasan Pertalite

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
29 July 2022 15:15
Harga BBM Pertamina Resmi Naik, Paling Mahal Rp 16.500/Liter Foto: Infografis/ Harga BBM Pertamina Naik/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) mulai gencar menggelar sosialisasi dan edukasi terkait rencana pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Subsidi BBM Tepat Sasaran bersama jajaran Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengapresiasi terselenggaranya acara sosialisasi program subsidi tepat sasaran ini. Menurutnya, program-program pemerintah melalui Pertamina bisa tepat sasaran dengan data-data yang akurat.

"Suksesnya suatu program atau kegiatan tersebut apabila kegiatan tersebut tersosialisasi dengan baik dan diimplementasikan tepat sasaran. Indikatornya adalah data pendukungnya harus akurat untuk mencapai tepat sasaran," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (29/7/2022).


Saat ini, kondisi di lapangan sendiri masih terdapat adanya konsumen yang tidak berhak namun memanfaatkan dan mengkonsumsi Pertalite dan Solar. Adapun, apabila hal ini tidak diatur, maka sudah pasti kuota yang ditetapkan pemerintah tahun ini tak akan cukup.

Region Manager Retail Sales Jawa Bagian Barat, Pierre Janitza Wauran, yang dalam hal ini mewakili Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Terutama atas kehadiran para tamu undangan, atas kerja sama, sinergi dan kolaborasinya selama ini, khususnya dalam rangka pengawasan dan monitoring Penyaluran Bahan Bakar Minyak khususnya di wilayah DKI Jakarta.

"Tentunya dengan adanya disparitas harga BBM yang tinggi, kuota BBM Bersubsidi yang terbatas termasuk adanya potensi over kuota, serta munculnya kasus penyelewengan BBM Subsidi mengharuskan kita untuk meningkatkan pengawasan penyaluran BBM Subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu upayanya adalah dengan Program Subsidi Tepat MyPertamina ini," kata Pierre

Dengan adanya Program Subsidi Tepat MyPertamina ini, diharapkan pengguna BBM Subsidi dapat diidentifikasi serta penyaluran BBM Subsidi dapat dilakukan secara terintegrasi melalui sistem digitalisasi di SPBU secara Nasional, sehingga Penyaluran BBM Subsidi ini dapat dimonitoring dengan mudah, lebih akurat, dan tepat sasaran.

Program ini sendiri diharapkan dapat memberikan manfaat kepada Pemerintah Daerah berupa meningkatnya pendapatan daerah terkait dengan pemenuhan kewajiban perpajakan TNKB dan KIR serta peningkatan PBBKB dari meningkatnya penjualan BBM Non Subsidi. Selain itu, dengan berkurangnya pembeli yang tidak berhak, dapat membantu menjaga kuota penyaluran BBM subsidi yang terbatas ke masyarakat menjadi lebih baik serta berkontribusi dalam menghemat beban subsidi negara.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siap-Siap, Beli Pertalite Bakal Ada Syaratnya


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading