Mantap Bu Sri Mulyani! Penarikan Utang RI Turun Tajam

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
28 July 2022 16:05
Mantap Banget ! Ada 10 Crazy Rich RI Ikut Tax Amnesty Jilid II Foto: Infografis/ Mantap Banget ! Ada 10 Crazy Rich RI Ikut Tax Amnesty Jilid II/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan defisit APBN membawa konsekuensi pada pembiayaan anggaran dan pembiayaan utang pemerintah yang juga mengalami penurunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan, realisasi pembiayaan utang sampai akhir Juni 2022 mencapai Rp 191,9 triliun atau telah mencapai 20,3% dari target APBN dalam Perpres 98 Tahun 2022 yang sebesar Rp 943,7 triliun.

Realisasi pembiayaan utang yang sebesar Rp 191,9 triliun tersebut juga turun 56,9% dibandingkan Semester I-2021.

"Pembiayaan dari penerbitan utang di Semester I-2022 turun tajam 56,9%. Ini adalah indikator baik dari kesehatan APBN Kita. Ini menjelaskan yield curve membaik di tengah guncangan," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022).



Sri Mulyani merinci, realisasi tersebut berasal dari Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp 182,4 triliun dan pinjaman (neto) sebesar Rp 9,5 triliun.

Pemerintah, kata Sri Mulyani tetap mengutamakan penerbitan SBN domestik, antara lain melalui penerbitan SBN Ritel sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi investor domestik.

Sri Mulyani bilang, meskipun hingga 21 Juli dana asing yang keluar mencapai Rp 83,32 triliun, hal itu tak memukul surat berharga pemerintah. "Karena peranan kepemilikan asing sudah turun cukup drastis. Kalau 2019 asing memegang 38,5% dari SBN Indonesia. Sekarang posisi 20 Juli, kepemilikan asing hanya 15,39% dari total SBN kita," jelas Sri Mulyani.

Kendati demikian, pemerintah tetap melakukan penerbitan global bonds, di mana Global Sukuk sebesar US$ 3,25 miliar dan Samurai Bonds sebesar JPY 81 miliar.

Adapun penerbitan SBR011 pada bulan Juni 2022 mengalami oversubscribe hingga 2,78 kali dari target awal sebesar Rp5 triliun dan memperoleh Rp 13,91 triliun dari 46.673 investor.

Selain itu, SWR003 yang baru ditutup pada Juli ini mencatat penjualan terbesar sepanjang sukuk wakaf ritel dengan total Rp 38,5 miliar.

"Di tahun 2022, Pemerintah melanjutkan implementasi SKB I dan III, sekaligus sebagai tahun terakhir pelaksanaan SKB," jelas Sri Mulyani.



Adapun pada SKB I di mana BI sebagai standby buyer telah tercapai sebesar Rp 32,24 triliun, sementara realisasi SKB III yang diterbitkan pada akhir Juni mencapai Rp 21,87 triliun.

Selain itu, realisasi PPS untuk investasi SUN tercapai sebesar Rp 1.057 triliun dan US$ 11,84 juta, serta SBSN sebesar Rp 135,3 miliar.

Menghadapi peningkatan risiko global, Pemerintah telah melakukan beberapa penyesuaian strategi pembiayaan melalui utang di tahun 2022.

"Optimalisasi SBN domestik, terutama melalui SBN Ritel yang ditargetkan tetap tinggi serta optimalisasi pendanaan SKB III pada Kuartal III 2022, penyesuaian target lelang SBN dan SBN valas, serta fleksibilitas pinjaman program," jelas Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kas Negara Melimpah, Penarikan Utang Turun Rp 200 T


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading