Catat! Pengganti Chevron di Blok IDD Sudah Ketemu, Siapa Dia?

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
27 July 2022 17:25
FILE PHOTO: The logo of Chevron is seen at the company's office in Caracas, Venezuela April 25, 2018. REUTERS/Marco Bello/File Photo Foto: REUTERS/Marco Bello/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan pencarian operator baru pada proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) diharapkan dapat selesai pada minggu ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Dwi berharap dalam minggu-minggu ini, operator yang akan menggantikan PT Chevron Pacific Indonesia di proyek IDD dapat segera tuntas. Sehingga proyek yang saat ini masih belum menemui progres tersebut dapat kembali berjalan. Namun demikian, ia belum membeberkan siapa calon kuat kandidat pengganti Chevron di proyek IDD.

"IDD mudah-mudahan akan segera clear operator shiftnya dalam Minggu ini. Mudah-mudahan kita akan dapat informasi yang lebih jelas dari kandidat-kandidatnya, jangan ditanyain dulu nanti begitu ada nanti langsung kita panggil teman-teman untuk ekspose itu," ujarnya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Rabu (27/7/2022).

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan pengalihan pengelolaan (operatorship) proyek gas laut dalam IDD di Kutai Basin, lepas pantai Kalimantan Timur, dari Chevron Indonesia Company Ltd kepada ENI, perusahaan minyak asal Italia, dilakukan pada kuartal I-2021.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif saat Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021, Kamis (07/01/2021).

Dia mengatakan, masih ada negosiasi antara Chevron dengan ENI terkait rencana pengambilalihan proyek IDD ini. "IDD, kini masih ada negosiasi antara Chevron dengan ENI," paparnya Kamis, (07/01/2021).

Menurutnya ENI menunjukkan niat yang serius untuk mengambil alih proyek IDD ini dari Chevron. Pasalnya, diperkirakan ada sekitar 800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas yang akan diproduksi di sana dan ini juga akan mendukung produksi gas alam cair (LNG) di kilang LNG Bontang ke depannya.

Dia pun berharap agar negosiasi kedua belah pihak bisa segera rampung pada kuartal I 2021. Namun hingga sampai sekarang pengambilalihan belum juga terealisasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Q1-2022,Penerimaan Negara Dari Migas Tembus Rp 61,6 T


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading