Ring 1 Jokowi: Subsidi BBM Ratusan Triliun Bakal Dikurangi!

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
26 July 2022 17:40
SPBU Pertamina (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: SPBU Pertamina (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengungkap alasan utamanya mempercepat pengembangan mobil listrik di Indonesia, yakni mewujudkan transisi energi bersih dan mengurangi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut saat ini besaran subsidi BBM untuk kendaraan roda empat diperkirakan mencapai Rp 19,2 juta untuk satu kendaraan. Sementara untuk kendaraan roda dua, besaran subsidi yang diberikan bisa mencapai Rp 3,7 juta per tahun.

Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja subsidi mencapai Rp 283,7 triliun. Namun, pemerintah juga harus membayar kompensasi kepada Pertamina dan PLN, di mana total subsidi pada tahun ini bisa membengkak hingga lebih dari Rp 500 triliun.

"Jika pengembangan kendaraan listrik dipercepat, maka subsidi BBM yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah tersebut bisa dialihkan untuk program lainnya, seperti pembangunan sumber daya manusia," kata Moeldoko dalam keterangan resmi, Selasa (26/7/2022).

Moeldoko menegaskan, pemerintah memiliki komitmen kuat dalam percepatan pengembangan kendaraan listrik. Hal itu sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) 55/2019 tentang percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Saat ini, sambung dia, pemerintah juga menyiapkan instrumen lain untuk melakukan transisi dan konversi kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik.

"Sekarang sedang disiapkan Inpres untuk transisi dan konversi kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik di lingkungan pemerintah. Kemenhub sedang mempersiapkan prototype-nya," terangnya.

Moeldoko kemudian menyinggung masih adanya anggapan calon pengguna yang menilai kendaraan listrik tidak aman, mahal, dan sulit dalam pengisian daya. Hal itu, ujar dia, sangat wajar karena selama ini masyarakat sudah nyaman dengan berbagai kemudahan dalam menggunakan kendaraan konvensional.

"Memang tidak mudah untuk merubah kebiasaan tersebut. Ini tantangan yang harus kita jawab. Dan Pameran PEVS 2022 ini salah satu cara untuk menujukkan bahwa penggunaan mobil listrik tidak ribet," pungkas Moeldoko.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Situasi Ekonomi Sulit, Moeldoko: Mari Tanam Cabai di Rumah


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading