Internasional

Apa Itu Gereja Unifikasi? Sekte yang Terseret Pembunuhan Abe

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 July 2022 12:40
TOKYO, JAPAN - JULY 10 : A couple show an image representing the portrait of Shinzo Abe as they came pay homage in front of the residence of dead former Prime Minister of Japan Shinzo Abe on July 10, 2022 in Tokyo, Japan as body's Abe was transported from Nara city to Tokyo at his residence on previous morning. Shinzo Abe, Former Prime minister of Japan, was shot from behind during a street meeting to support a LDP (Liberal Democratic Party) candidate, on July 8, 2022 at Nara city, Japan during the campaign for the House of Councillors election set for July 10. (Photo by David Mareuil/Anadolu Agency via Getty Images) Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Gereja unifikasi cabang Jepang, yang memiliki nama resmi Family Federation for World Peace and Unification (Federasi Keluarga untuk Perdamaian Dunia dan Unifikasi), kini terseret kasus kematian mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe.

Pelaku, Tetsuya Yamagami, mengaku membunuh Abe karena meyakininya terlibat dalam sekte tersebut. Yamagami mengaku sakit hati dan dendam dengan gereja tersebut karena membuat hidup keluarganya menjadi sulit.

Menurut laporan media Jepang Kyodo dan Yomiuri, ibunya merupakan salah satu anggota gereja itu dan diketahui kerap memberi "sumbangan besar" ke gereja sampai bangkrut.

Keanggotaan ibu pelaku pembunuhan Abe juga telah dikonfirmasi oleh Presiden Federasi Gereja Unifikasi Jepang, Tomihiro Tanaka, pada Selasa (12/7/2022) lalu.

Kepada penyelidik, Yamagami mengatakan setelah keluarganya bergabung dengan sekte keagamaan tersebut, hidup mereka menjadi lebih sulit karena harus mendonasikan uang ke organisasi tersebut.

"Saya ingin menargetkan pejabat tinggi organisasi itu, tetapi sulit. Jadi, saya menargetkan Abe karena saya percaya dia terlibat (dalam organisasi itu). Saya ingin membunuhnya," ujar mantan pekerja di Angkatan Laut Jepang tersebut, mengutip The Asahi Shimbun.

Abe, yang diketahui berpandangan konservatif, dilaporkan sempat muncul di sebuah acara yang diselenggarakan oleh organisasi yang berafiliasi dengan gereja ini pada September 2021 lalu.

Di sana, ia menyampaikan pidato memuji kerja afiliasi tersebut menuju perdamaian di semenanjung Korea. Hal itu bahkan dimuat di website gereja.

Sebelumnya, Abe ditembak Jumat lalu saat berpidato di kota Nara, Jepang Barat. Ia ditembak dua kali dari belakang dengan shotgun dan meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit.

Lalu apa itu gereja unifikasi?

Gereja unifikasi awalnya didirikan di Korea Selatan (Korsel) pada tahun 1954 oleh Sun Myung Moon, seorang 'mesias' yang menyatakan diri anti-komunis.

Moon telah mendapatkan perhatian media global karena pernikahan massalnya. Kala itu, Moon menikahi ribuan pasangan sekaligus setelah mendirikan sekte tersebut.

Gereja ini memiliki afiliasi gereja termasuk dengan surat kabar harian di Korsel, Jepang dan Amerika Serikat (AS). Salah satunya media konservatif Washington Times.

Menurut sejumlah sumber, sebenarnya kakek Abe dari ibunya, Nobusuke Kishi, orang dekat Moon. Ia adalah ketua eksekutif kehormatan pada jamuan makan yang diselenggarakan oleh Moon, melalui Federasi Internasional untuk Kemenangan Atas Komunisme.

Moon sendiri telah meninggal pada tahun 2012. Juru bicara Gereja mengatakan memiliki sekitar 600.000 anggota di Jepang, dari 10 juta secara global.

Sebenarnya, para kritikus selama bertahun-tahun mengatakan gereja itu adalah aliran sesat. Kelompok kontra mempertanyakan ke mana sang yang disetor jamaah dipakai. Namun pihak gereja menolak pandangan seperti itu dan mengatakan itu adalah gerakan keagamaan yang sah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

6 Fakta Penembakan Shinzo Abe, Motif Pelaku terungkap


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading