Simak! Saat Anak Buah Jokowi Beberkan Keberhasilan Pemerintah

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
11 July 2022 17:40
Infografis: Investasi Asing Masuk RI Capai Rp 147 T Foto: Infografis/Investasi Asing Masuk RI Capai Rp 147 T/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah tengah mendorong peningkatan penciptaan lapangan kerja baru yang lebih besar. Melalui masuknya investasi ke Indonesia. 

Di sisi lain, dia menambahkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo berhasil menjaga kondisi ekonomi saat pandemi Covid-19, sehingga bisa bangkit lebih baik dari negara lain. Hal itu, ujarnya, terbukti dari kinerja investasi dan penciptaan lapangan kerja. 

"Ini kaitannya konsumsi dan daya beli untuk kepastian pendapatan. Itu terjadi kalau ada lapangan pekerjaan. Makanya gimana kita mendorong sektor investasi masuk tidak hanya yang besar besar, tapi juga yang kecil ," kata Bahlil dalam Rilis Survei Nasional Indikator Politik Indonesia, Senin (11/7/2022).

Menurut Bahlil, 120 juta dari dari 131 juta lapangan pekerjaan berasal dari sektor UMKM. Karena itu, imbuh dia, pemerintah menganggarkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp300 triliun lebih untuk mendorong ekonomi menengah ke bawah.

Di sisi lain, dia menambahkan, jurus 'rem dan gas' yang diterapkan pemerintah saat pandemi menjaga ekonomi Indonesia tidak terpuruk dalam, tidak sejelek negara lainnya.

"Ekonomi kita memang tidak terlalu baik, tapi juga tidak jelek-jelek banget, hal ini juga tercermin dari ekonomi rumah tangga. gimana kita menciptakan kepastian pendapatan bagi rumah tangga," kata Bahlil.

"Kalau menyangkut bapok (bahan pangan pokok) sekarang kondisi global nggak menentu. Perang Ukraina dan Rusia mendorong inflasi yang kuat. Oil and gas naik tinggi US$100 lebih, ini mengakibatkan daya beli yang mengalami perlambatan," kata Bahlil.

Hal itu disampaikan saat menanggapi hasil survei dari Indikator Politik Indonesia yang menyatakan banyak masyarakat tidak puas terhadap kinerja pemerintah dari sektor pemulihan ekonomi. Dipicu kenaikan harga bahan pokok dan lapangan pekerjaan.

Dari hasil Survei menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional terbesar 42,2% memberikan respon sedang. Namun komposisi yang berpersepsi buruk lebih besar mencapai 26,3%, dibandingkan persepsi baik 25,2%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Asing Serbu RI Tanpa Embel-embel 'Diskonan'


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading