Laris Manis! Polandia Pesan Batu Bara RI 52 Ribu Ton

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
04 July 2022 17:05
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa proses pengiriman batu bara ke Eropa telah berlangsung. Bahkan terdapat salah satu negara di Eropa yakni Polandia yang telah mendapat pasokan batu bara asal Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi mengatakan Indonesia telah mengirimkan beberapa volume batu bara yang dipesan oleh Polandia. Adapun berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor batu bara ke Polandia tercatat mencapai 52.230 ton.

"Data BPS bulan April 2022 tercatat ekspor batu bara ke Polandia sebesar 53.230 ton," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (4/7/2022).


Adapun berdasarkan informasi yang diperoleh CNBC Indonesia, setidaknya terdapat beberapa kargo batu bara yang tengah berlayar ke Eropa seperti ke negara Jerman dan Polandia. Namun demikian, untuk pengiriman batu bara ke negara Jerman Didi belum membalas kembali pesan yang dikirimkan CNBC Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, terdapat empat negara di Eropa yang telah melirik untuk membeli batu bara asal Indonesia. Adapun keempat negara tersebut diantaranya yakni Jerman, Spanyol, Italia, dan Belanda.

Staf Khusus Menteri ESDM, Irwandy Arif mengatakan setidaknya empat negara tersebut baru sebatas penjajakan awal. Sehingga belum diketahui secara pasti berapa volume produksi yang akan digenjot Indonesia untuk memenuhi batu bara yang diminta oleh negara-negara tersebut.

"Ya enggak tahu (penambahan produksi) semula saja belum dicapai. Kalau misalnya hujan agak berhenti ya lumayan itu," ujar Irwandy ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (24/6/2022).

Di samping itu, jika Indonesia ingin menjual batu bara ke Eropa, paling tidak kualitasnya harus memenuhi kebutuhan mereka. Pasalnya, Eropa pada umumnya menggunakan batu bara kualitas di atas 5.500 kalori/kg. "Tapi ingat Eropa mintanya di atas 5500," ungkap Irwandy.

Selain negara Eropa, menurut Irwandy India yang merupakan salah satu negara tujuan ekspor batu bara terbesar Indonesia juga meminta tambahan batu bara. Namun demikian, ia tidak merinci seberapa besar tambahan produksi yang diminta India.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin mengatakan telah terdapat permintaan batu bara RI untuk Jerman dan India. Meski begitu, hingga sampai saat ini belum ada surat resmi dari kedua negara tersebut.

"Ini kan baru pembicaraan-pembicaraan. Belum resmi. Belum ada surat permintaan resmi," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (22/6/2022).

Dengan melihat kondisi itu, maka pemerintah belum berencana untuk melakukan peningkatan produksi. Bahkan, sejauh ini belum ada perusahaan batu bara yang mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) untuk menggenjot produksi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Ini yang Bisa Dilakukan RI Rebut Pasar Batu Bara Eropa


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading