Bali Masih Sepi, Ternyata Ini Salah Satu Pemicunya

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
30 June 2022 16:40
Tourists wearing face masks carry their surfboard at Kuta beach, Bali, Indonesia on Thursday, July 9, 2020. Indonesia's resort island of Bali reopened after a three-month virus lockdown Thursday, allowing local people and stranded foreign tourists to resume public activities before foreign arrivals resume in September.(AP Photo/Firdia Lisnawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Geliat pariwisata di Bali memang sudah sedikit membaik tapi masih terbilang masih sepi kunjungan mancanegara. Dewan Pertimbangan DPP AHLI (Association of Hospitality Leaders Indonesia) I Nyoman Astama menilai hal itu terjadi karena masih terhambatnya turis dari negara yang potensial, misalnya China serta Jepang.

"Beberapa sumber tamu sebelum pandemi ada Tiongkok, dari segi volume besar, ini yang belum datang ke Bali, sehingga dampak kedatangan penerbangan yang sudah dibuka ke Bali belum berkelanjutan. Terasa karena tamu yang diharapkan seperti sebelumnya belum terjadi karena ada beberapa pasar tamu seperti Tiongkok, Jepang, India yang belum normal," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/6/22).

Akibatnya, geliat pariwisata pun belum begitu terasa. Padahal potensi penambahan pengunjung pun masih sangat besar. "Kalau kita lihat lebih dari 60% untuk musim yang normal itu belum masuk ke Bali. Kalau musim ramai, keliatan penuh hotelnya," ujarnya.


Negara lain seperti India pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak masyarakat India yang berkeinginan untuk kembali berkunjung ke Bali, jumlahnya ada namun tidak besar. Sayangnya, ada kendala lainnya.

"Ada beberapa yang masuk, cuma pesawat kita national air belum ada yang terbang ke sana, jadi itu kendalanya," kata I Nyoman Astama.

Meski demikian, ada negara lain yang menjadi langganan untuk masuk ke Bali, dia adalah Australia. Negara ini menjadi salah satu penyumbang terbesar turis ke Bali.

"Australia sudah bisa dibuka dan bisa ke Bali. Juni Juli sampai September liburan sekolah juga di Australia pasti terbantu tamu mancanegara khususnya Australia," ujar I Nyoman Astama.

"Apalagi sudah ada 5 penerbangan dari Australia. Untuk internasional dari 20 maskapai penerbangan yang terbang ke Bali, 5 diantaranya dari Australia, ada Qantas, Tiger Airways, ada juga Jetstar dan Batik Air dan Virgin Australia. Ini hal yang sangat positif karena internasional market yang bisa datangin mereka akses airline. Kalau nggak ada airline agak susah kita," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Luhut: Pintu Penerbangan Internasional Bali Dibuka Hari Ini


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading