Perhatian! Usai Pertalite, Beli LPG Juga Daftar MyPertamina

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
29 June 2022 17:10
Pekerja melakukan sejumlah tahap pengisian LPG pada tabung 3 Kg di SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji), Srengseng, Jakarta, Senin (15/11/2021).  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga selaku anak usaha PT Pertamina (Persero) sedang menyiapkan strategi pembelian Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi agar tepat sasaran. Salah satunya akan mengadopsi skema pembelian Pertalite dan Solar Subsidi yang harus daftar di website Mypertamina.

"Untuk waktunya (pelaksanaan pendaftarannya) relatif ya. Setelah registrasi BBM kita akan melanjutkan registrasi LPG," terang Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo dalam Webinar Virtual Generating Stakeholders Support For Achieving Effectiveness of Duel and LPG Subsidies', Rabu (29/6/2022).

Mars Ega Legowo mengatakan untuk LPG sebenarnya pihaknya sudah melakukan uji coba secara diam-diam di 114 ribu penduduk menggunakan MyPertamina. Saat ini untuk pembatasan pembelian LPG melalui Mypertamina itu sudah masuk ke dalam tahapan keenam uji coba.


Di mana ujicoba tersebut menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Nanti keputusan ada di pemerintah, apakah akan menggunakan DTKS atau pemerintah akan menggunakan skema seperti BBM yang melakukan register (di MyPertamina)," tandas Mars Ega Legowo.

Pihaknya menyerahkan skema pembelian LPG Subsidi ini kepada pemerintah, apakah basisnya dengan registrasi data seperti yang dilakukan MyPertamina atau dengan DTKS.

Saat ini, pihaknya juga masih melihat keakuratan data DTKS yang cenderung dinamis.

"Mohon maaf, misalnya ada yang baru lahir, meninggal, pindah rumah, jadi kita haru update. Kemensos selalu update data ini, kita harus mengambil sikap kalau memang memakai data DTKS, data itu dinamis, apabila dengan gatering data, bagaimana mematchingkan dengan data DTKS," ungkap dia.

Ia mencontohkan, misalnya, pada tahap awal ujicoba akurasi data DTKS mencapai 50%. Adapun data tersebut berubah saat ujicoba step ketiga di mana data akurasi mencapai 80%. "Kami juga masih melihat kenapa data akurasi belum bisa mencapai 100%. Maka kami terus melakukan pencocokan ini," tandas dia.

Seperti yang diketahui, pada 1 Juli 2022 pengguna BBM Subsidi dan penugasan sudah harus melakukan pendaftaran di MyPertamina. Khususnya untuk 11 kota/kabupaten yang ditetapkan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan bahwa pada prinsipnya tanggal 1 Juli 2022 ini baru memasuki pendaftaran ke website MyPertamina melalui subsiditepat.mypertamina. Sehingga, pembelian atau transaksi masih tetap seperti biasa.

"Pembayaran juga tidak harus pakai aplikasi MyPertamina, bisa pakai kartu, maupun cash. Itu optional," ungkap Irto kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/6/2022).

Sejatinya, maksud dan tujuan pendaftaran pembeli Pertalite dan Solar Subsidi melalui website MyPertamina ini adalah kelak untuk menentukan siapa yang berhak menerima BBM jenis penugasan dan subsidi itu. Hal ini supaya penggunaan BBM tersebut bisa lebih tepat sasaran.

Pemerintah sedang menggodok kriteria siapa kendaraan yang berhak meminum BBM Pertalite dan Solar Subsidi melalui Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

Untuk diketahui, pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar di SPBU.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Pertalite Bakal Naik Rp3.000? Ini Kata Pertamina


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading