Green Economic Forum 2022

Termasuk Tol, Ini Proyek-proyek Infrastruktur Hijau di RI

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
28 June 2022 15:21
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan. Endra S. Atmawidjaja (Dok: CNBC IndonesiaTV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) telah membangun beberapa proyek infrastruktur hijau, yang mendukung green economy. Salah satu proyek infrastruktur hijau itu yakni jalan tol berkelanjutan.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menyebutkan proyek jalan tol berkelanjutan dibangun dengan menyediakan koridor sabuk hijau. Di mana fasilitas tersebut berguna untuk menyerap karbon dari kendaraan roda empat.

Di samping itu, jalan tol berkelanjutan dibangun dengan menyediakan fasilitas pengisian bahan bakar listrik di rest area jalan tol.


"Jadi, rest area juga akan disiapkan fasilitas untuk pengisian bahan bakar listrik. Ini bisa mengundang minat baru pengendara kendaraan bermotor untuk mengonversi mobilnya dari berbahan bakar bensin menjadi listrik," ungkapnya dalam CNBC Indonesia Green Economic Forum, Selasa (28/6/2022).

Ada juga bendungan, yang tergolong ke dalam infrastruktur hijau karena bisa menghasilkan energi listrik melalui sumber daya surya.

"Ini di bendungan, kami taruh solar panelnya di atas air. Selama ini yang diketahui hanya untuk keramba, tapi keramba listrik. Jadi itu bisa dipakai sumber energinya untuk masyarakat. Itu termasuk green economy," kata dia.

Di samping bendungan, proyek infrastruktur hijau yang bakal dibangun Kementerian PUPR adalah tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah. Di TPA tersebut nantinya sampah bisa didaur ulang sebagai energi pembangkit listrik.

"Di Indonesia belum banyak kota yang mengarah ke situ. Kami siapkan TPA untuk pembangkitan energi dari sampah. Jadi itu contoh-contoh infrastrukturnya," papar Endra.

Lebih lanjut, dalam membangun infrastruktur hijau pihaknya melihat lingkungan sebagai faktor penting untuk keberlanjutan. Adapun dia menyebut bahwa saat ini temperatur Bumi terus mengalami kenaikan sebagaimana yang terjadi di Bandung, Malang, dan Toba.

"Kami juga melihat pentingnya kita lakukan penghijauan di kota, dibuka ruang-ruang publik, itu yang lebih banyak tamannya, termasuk kota IKN, di tengah hutan. Jadi kami berharap itu satu contoh kegiatan yang bisa menginspirasi banyak orang di Indonesia. Kota-kota kita harus meniru IKN nanti," pungkas Endra.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kawal Kebijakan Ekonomi Hijau RI Hadapi Perubahan Iklim


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading