RAPBN 2023

Utang RI Kini Turun, Tahun Depan Gimana?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
27 June 2022 18:30
INFOGRAFIS, Utang RI di Pemerintahan Jokowi Naik Lagi, Ini Detailnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI menyepakati rasio utang Indonesia ditetapkan sebesar 42,35% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun depan. Rasio utang tersebut lebih besar dibandingkan proyeksi tahun ini yang diperbolehkan hingga 42% dari PDB.

Sementara sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022, defisit APBN 2023 harus kembali di bawah 3%. Di mana pemerintah dan Banggar DPR menyepakati defisit APBN 2023 pada rentang 2,61% sampai 2,85% dari PDB.


"Rasio utang diperkirakan sampai akhir tahun 40,58 persen sampai 42,35 persen," ujar Eko Hendro Purnomo sebagai anggota Panja Asumsi dalam laporannya di Ruang Rapat Badan Anggaran, Senin (27/6/2022).

Hingga 31 Mei 2022, rasio utang Indonesia juga masih relatif lebih rendah, yakni 38,88% dari PDB. Realisasi ini lebih rendah dari outlook rasio utang 2023 yang telah disepakati pemerintah dan Banggar DPR RI yang sebesar 40,58% - 42,35% dari PDB.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani  di Konferensi Pers APBN KiTA (Tangkapan Layar Youtube)Foto: Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani di Konferensi Pers APBN KiTA (Tangkapan Layar Youtube)
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani di Konferensi Pers APBN KiTA (Tangkapan Layar Youtube)

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Luky Alfirman menjelaskan rasio utang yang disusun masih dalam batas aman sejalan dengan aturan perundang-undangan. Di mana mengamanatkan rasio utang harus di bawah 60% dari PDB.

"Kita masih stabil. Aman," jelas Luky saat ditemui di Gedung DPR.

Mengenai strategi pembiayaan APBN di tahun depan, Luky menjelaskan besaran rasio utang dan pembiayaan masih akan akan dibahas kembali dengan Komisi XI DPR RI.

"Jadi nanti kita bahas, semua bermuara dari angka defisitnya dulu, mau berapa misalnya Rp 300 triliun, Rp 500 triliun atau Rp700 triliun baru diturunkan semua. Nanti kan kita ada sumbernya dari SBN atau pinjaman, nanti kita lihat semua," jelas Luky. Diketahui SBN Netto disepakati dalam kisaran 2,93% - 3,95% dari PDB dan investasi netto dalam kisaran -0,32% hingga -1%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gegara Perang Ukraina Beban Utang RI Bisa Bengkak, Kok Bisa?


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading