Internasional

Awas Zelensky! Putin Mau Kirim Rudal Nuklir ke Pertempuran

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
27 June 2022 09:55
Russian President Vladimir Putin watches a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY. AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY.

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pasukannya akan segera menggunakan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru, Sarmat, akhir tahun ini. Pengujian rudal yang mampu menembak hulu ledak nuklir, yang kerap disebut "Satan II" itu, bahkan sudah sukses dilakukan.

"Pengujian rudal balistik antarbenua baru, Sarmat, berhasil dilakukan... Direncanakan pada akhir tahun akan ikut ditugaskan untuk pertempuran," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi Kremlin pekan lalu, sebagaimana dimuat AFP dan diberitakan media Rusia, Sputnik.


Putin sendiri tidak merinci pasti "pertempuran" mana yang ia maksud. Namun, Rusia kini memang berperang secara fisik dengan Ukraina yang saat ini dipimpin oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Rusia menyerang negara tetangganya itu sejak 24 Februari. Meski, PBB mencatat sedikitnya 4.000 lebih korban jiwa sejak awal pertempuran terjadi hingga kini, namun gencatan senjata belum terjadi antara kedua belah pihak.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Putin juga menyebut dirinya bangga dengan tentara Rusia di Ukraina. Ia meminta tentaranya tak mengkhawatirkan sanksi Barat dan yakin kekuatan negerinya akan makin kuat.

"Kami bangga bahwa selama operasi militer khusus, para pejuang (tentara) kami bertindak dengan keberanian, profesionalisme, seperti pahlawan sejati," kata Putin.

"Dalam menghadapi ancaman dan risiko baru, kita akan lebih mengembangkan dan memperkuat angkatan bersenjata kita ... Tidak ada keraguan bahwa kita akan menjadi lebih kuat."

Rudal Sarman sendiri memiliki kemampuan menyerang target jarak jauh. Setidaknya ada 46 unit rudal tersedia unto kebutuhan militer Kremlin. Sarmat sudah diuji sejak April 2022 dan akan menggantikan rudal RS-20 Voevoda.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Keluarkan Senjata Mematikan Baru, Perang Nuklir Mulai?


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading