Internasional

Awas Putin Ngamuk, G7 "Bom" Emas Rusia!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
27 June 2022 06:20
Russian President Vladimir Putin watches a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY. AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY.

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemimpin negara kelompok 7 (G-7) akan memberikan "bom" baru ke Rusia. Negara-negara maju tersebut akan melarang impor emas Rusia sebagai sanksi serangan Kremlin ke Ukraina.

"Amerika Serikat (AS) telah mengenakan biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Putin untuk menolak pendapatan yang dia butuhkan untuk mendanai perangnya melawan Ukraina," kata Presiden AS Joe Biden di Twitter, Minggu (26/6/2022) pagi waktu setempat.

"Bersama-sama, G7 akan mengumumkan bahwa kami akan melarang impor emas Rusia, ekspor utama yang menghasilkan puluhan miliar dolar untuk Rusia." tambahnya.


Hal ini juga telah dikonfirmasi Inggris. Pemerintah PM Boris Jhonson, mengatakan itu akan berlaku untuk emas yang baru ditambang dan emas murni.

"Tidak termasuk emas yang mungkin berasal dari Rusia tetapi telah diekspor," kutip CNBC International mengutip Inggris.

Menurut data terbaru dari World Gold Council, Rusia adalah produsen emas terbesar kedua di dunia. Negeri itu mendominasi sekitar 10% dari produksi dunia.

Reuters melaporkan bahwa kepemilikan emas Rusia, telah meningkat tiga kali lipat sejak aneksasi Krimea pada tahun 2014 dari Ukraina. Komoditas tersebut merupakan aset penting bagi bank sentral Rusia.

Sementara itu, sumber AS mengatakan kebijakan tersebut akan berlaku Resmi Selasa. "Presiden dan para pemimpin G-7 lainnya akan terus bekerja untuk meminta pertanggungjawaban (Presiden Rusia) Putin," tambah sumber itu.

Sebelumnya, Barat telah memberi sejumlah sanksi lain seperti pembatasan impor minyak dan gas serta perdagangan dengan bank dan individu Rusia. AS, Kanada dan sekutu Eropa sepakat di Februari untuk menghapus bank-bank utama Rusia dari sistem pesan antar bank, SWIFT, yang secara efektif memutuskan negara itu dari sebagian besar sistem keuangan global.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Remehkan Sanksi Ekonomi Barat, Putin: Kami Orang-orang Kuat!


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading