Internasional

Alamak! Baru Lulus Bailout, Yunani Terancam Resesi Lagi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 June 2022 19:34
Seorang pria tunawisma dengan menggunakan seilmut berjalan di atas salju di luar Akademi Athena, Selasa (25/1/2022).  Badai salju dengan tingkat keparahan yang jarang mengganggu lalu lintas jalan dan udara pada hari Senin di ibu kota Yunani Athena dan kota tetangga terbesar di Turki, Istanbul , sementara sebagian besar Yunani, termasuk — luar biasa — beberapa pulau Aegea, dan sebagian besar Turki diselimuti salju. (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Yunani kini terancam resesi kembali. Ini setelah hampir empat tahun berhasil keluar dari dana talangan (bailout) yang kontroversial.

Bernasib sama seperti banyak negara anggota Uni Eropa (UE), salah satu negara di Balkan ini tengah mengalami lonjakan harga makanan dan bahan bakar. Tren ini juga diperburuk oleh serangan gencar Rusia di Ukraina.

Yunani telah melalui tiga program bailout berturut-turut pasca krisis keuangan, yang secara kontroversial bergantung pada reformasi dan langkah-langkah penghematan selama bertahun-tahun. Ekonomi Yunani kemudian tumbuh sebesar 1,6% pada 2018 dan 1,9% pada 2019.


Namun, seperti negara-negara lain di dunia, Negeri Zeus itu mengalami kemunduran ekonomi pada tahun 2020 dan 2021 karena pandemi virus corona. Sekarang Athena menghadapi tekanan ekonomi baru dengan salah satu tingkat inflasi tertinggi di Eropa.

Perkiraan dari kantor statistik Eropa menunjukkan bahwa inflasi utama Yunani adalah 10,7% di Mei, naik dari 9,1% di April. Bagi warga biasa, ini adalah perubahan besar.

"Yunani lebih aman tetapi tidak aman," kata seorang penduduk Athena, Michalis Galenianos, mengatakan kepada CNBC Internstional ketika ditanya tentang prospek resesi.

"Saya pikir Yunani lebih stabil sekarang daripada dulu. Saya pikir dan saya berharap hari-hari kelam finansial di masa lalu tidak akan kembali."

Sementara menurut sebuah laporan oleh surat kabar lokal Kathimerini, harga sewa di seluruh Yunani naik 5% antara musim gugur 2020 dan musim gugur 2021. Tetapi di beberapa bagian Athena, sewa melonjak 17%.

Sementara itu, harga gas otomotif dan biaya bensin berada di atas rata-rata UE, menurut laporan Komisi Eropa pada 13 Juni. Kini pemerintah negara itu telah menetapkan batas harga untuk harga listrik grosir sebagai upaya membantu konsumen dan industri menghadapi biaya tinggi.

Namun, para analis belum membunyikan alarm untuk Yunani. Jonas Floriani, Analis AXIA Ventures Group, mengatakan Yunani memiliki tingkat tabungan yang tinggi yang akan berguna jika situasi ekonomi memburuk.

Floriani mengatakan pada saat yang sama, bank-bank Yunani berada dalam posisi yang jauh lebih kuat daripada setelah krisis keuangan global. Lagipula, Athena menerima bagian terbesar dari dana pemulihan Eropa, yang akan membantu investasi publik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Negara Eropa Mulai Panik Kena Jebakan Utang China, RI Waspada


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading