Internasional

10 Update Perang Rusia-Ukraina, Eropa Terancam 'Kedinginan'

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 June 2022 16:10
Roads are empty during curfew in Kyiv, Ukraine, Tuesday, March 1, 2022. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Rusia-Ukraina masih terus berlangsung. Meski telah memasuki hampir bulan keempat, pertempuran antara kedua pihak masih cukup sengit, utamanya di wilayah Timur.

Berikut perkembangan peperangan di Ukraina sebagaimana dirangkum The Guardian, Kamis (23/6/2022):


1. Pertempuran masih sengit, Rusia digempur

Pasukan Rusia makin dekat untuk merebut kantong perlawanan terakhir di wilayah Luhansk yang berada di Timur Ukraina. Severodonetsk dan kota tetangganya, Lysychansk, terus dihantam oleh penembakan Rusia yang intens.

Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai, mengatakan pada hari Rabu bahwa pasukan Rusia bergerak menuju Lysychansk, menargetkan gedung-gedung polisi, keamanan negara dan jaksa.

Di Mykolaiv, Ukraina Selatan, serangan rudal Rusia telah menewaskan sedikitnya satu orang di wilayah kota pelabuhan itu. Diketahui, ada 7 rudal Moskow yang dikerahkan ke sana.

Tak hanya itu, di Donetsk, sebuah menara televisi rusak parah setelah menjadi pusat pertempuran antara pasukan Ukraina dan pasukan pro-Moskow.

Meski begitu, serangan tak hanya terjadi di wilayah Ukraina. Kyiv juga dilaporkan telah melakukan serangan ke sebuah kilang minyak yang berada di wilayah Rusia. Dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial, terlihat kendaraan udara tak berawak Ukraina menabrak kilang minyak Novoshakhtinsk di wilayah Rostov.

2. Rusia culik ahli nuklir pembangkit Zaporizhzhia.

Rusia dilaporkan menculik penduduk dan pekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di kota Zaporizhzhia.

"Keberadaan beberapa yang tidak diketahui. Sisanya dalam kondisi yang sangat sulit: mereka disiksa dengan sengatan listrik, diintimidasi secara fisik dan moral," kata Wali Kota wilayah itu, Dmytro Orlov.

3. Inggris sebut Rusia makin lemah.

Intelijen Inggris memperkirakan bahwa momentum Rusia akan melambat selama beberapa bulan ke depan. Ini diakibatkan stok logistik yang mulai berkurang.

"Layanan intelijen pertahanan kami percaya, bagaimanapun, bahwa dalam beberapa bulan ke depan, Rusia dapat mencapai titik di mana tidak ada lagi momentum maju karena telah kehabisan tenaga dan sumber daya," ujar Perdana Menteri (PM) Boris Johnson.

4. G7 mau tekan Rusia.

Para pemimpin kelompok tujuh negara industri dunia, G7, berencana untuk mengumumkan langkah-langkah baru yang ditujukan untuk menekan Rusia. Rencana ini akan dirilis dalam pertemuan kelompok itu yang berlangsung pada Minggu hingga Selasa pekan depan di Jerman.

"Kami akan meluncurkan serangkaian proposal konkret untuk meningkatkan tekanan pada Rusia," kata salah satu pejabat Amerika Serikat (AS), yang merupakan anggota kelompok itu.

5. Putin berang kena blokade Lithuania.

Kremlin mengatakan sanksi Uni Eropa (UE) yang membuat Lithuania memblokir transit beberapa barang ke eksklave Rusia Kaliningrad "sama sekali tidak dapat diterima".

"Moskow sedang mengerjakan tindakan pembalasan sebagai tanggapan atas sanksi ilegal" oleh UE," kata kantor Presiden Rusia itu.

6. Ukraina pesimistis pencabutan blokade pelabuhan disepakati.

Ukraina menyatakan pesimismenya terkait kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk melakukan pengiriman biji-bijian dari pelabuhan yang diblokir di Laut Hitam.

"Konsultasi sedang berlangsung," kata juru bicara kementerian luar negeri Ukraina, Oleg Nicolenko.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan Moskow dan Ankara telah sepakat untuk melanjutkan diskusi tentang keberangkatan kapal yang aman dan ekspor biji-bijian dari pelabuhan Ukraina.

7. Finlandia bersiap diserang Rusia.

Kepala angkatan bersenjata Finlandia mengatakan negaranya siap menghadapi serangan Rusia dan akan melakukan perlawanan keras jika hal itu terjadi.

"Finlandia termotivasi untuk bertarung dan negara itu telah membangun persenjataan yang substansial," kata Jenderal Timo Kivinen. "Garis pertahanan terpenting adalah di antara telinga seseorang," tambahnya.

8. Disanksi Barat, Putin dekati India, China, Cs.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerukan penguatan hubungan dengan negara-negara dari kelompok ekonomi berkembang BRICS yakni Brasil, China, India, dan Afrika Selatan (Afsel).

"Diskusi terus berlanjut tentang pembukaan toko India di Rusia, meningkatkan pangsa mobil China di pasar Rusia," ujar Putin.

9. Menlu Rusia bertandang ke Iran.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berkunjung ke Iran pada hari Rabu. Kementerian luar negeri Iran mengatakan kunjungan Lavrov ditujukan untuk "memperluas kerja sama dengan kawasan Eurasia dan Kaukasus".

10. Eropa waspada krisis gas musim dingin.

Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, meminta Eropa perlu segera mempersiapkan diri bila Rusia benar-benar menghentikan pasokannya ke wilayah itu. Ia juga meminta pemerintah untuk bekerja mengurangi permintaan dan menjaga pembangkit listrik tenaga nuklir tetap terbuka.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

6 Fakta Baru Perang, Ukraina Mulai Serang Wilayah Rusia


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading