Internasional

Krisis Eropa Kian Mencekam, Rusia Tunjuk 'Kambing Hitam'

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 June 2022 12:05
FILE - A Russian construction worker speaks on a mobile phone during a ceremony marking the start of Nord Stream pipeline construction in Portovaya Bay some 170 kms (106 miles) north-west from St. Petersburg, Russia on April 9, 2010. Europe is short of gas. Russia could in theory supply more beyond its long-term agreements, but hasn't, leading to accusations it is holding back to pressure Europe to approve a new controversial Russian pipeline.  (AP Photo/Dmitry Lovetsky, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan energi milik Pemerintah Rusia, Gazprom, menyalahkan Uni Eropa (UE) atas krisis gas yang terjadi di Eropa. Hal ini lantaran salah satu turbin yang mengaliri gas ke Benua Biru dari Rusia masih diperbaiki di salah satu sekutu UE, Kanada, dan terancam sanksi.

Dalam laporan Reuters, turbin itu sendiri berada di Montreal, Kanada, untuk diperbaiki di bengkel milik perusahaan Jerman, Siemens. Namun, nasib mengenai turbin yang digunakan dalam pipa gas Nord Stream I itu saat ini belum jelas lantaran sanksi Brussels atas Rusia.

"Rusia tetap menjadi pemasok yang paling dapat diandalkan. Dari sudut pandang teknis, infrastruktur mekanis pipa itu berada di bawah sanksi Uni Eropa," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip Kamis (23/6/2022).


"Kami memiliki gas, siap untuk dikirim, tetapi orang Eropa harus mengembalikan peralatan yang harus diperbaiki sesuai kewajiban mereka."

Gazprom sendiri sebelumnya juga telah memotong pasokannya ke Eropa akibat perbaikan ini. Bahkan, beberapa negara seperti Italia hanya akan mendapatkan 50% dari total permintaannya.

Sementara itu, menjelang pertemuan G7 pada hari Minggu mendatang, Kanada dan Jerman disebut-sebut akan membicarakan persoalan ini. Meski begitu, Menteri Sumber Daya Alam Kanada Jonathan Wilkinson mengatakan tidak begitu optimistis akan ada kesepakatan terkait hal ini.

"Jika Anda berbicara dengan Jerman, mereka sangat, sangat khawatir tentang penurunan pasokan gas yang diduga disebabkan oleh hilangnya turbin," ujarnya.

"Saya yakin itu akan muncul setidaknya di koridor G7 ... Saya tidak akan menahan napas bahwa kita akan menemukan resolusi sebelum akhir."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

10 Update Perang Rusia-Ukraina, Eropa Terancam 'Kedinginan'


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading