Airlangga Soal 'Kiamat' Ayam di Singapura: Kita Sudah Ekspor

News - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
22 June 2022 15:10
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Biro Pers Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena krisis ayam potong melanda Singapura. Semua itu akibat negara tetangga Singapura, Malaysia, menghentikan ekspor ayam ke luar negeri per 1 Juni.

Imbasnya, Singapura yang bergantung 34% pasokan ayam dari Malaysia, terkena dampaknya.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Indonesia turut mengambil peluang dari krisis tersebut.


"(Saat ini) kita ekspor ayam ke Singapura," ujarnya saat ditemui di Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022).

Selain ekspor ayam, Airlangga juga menyebut, saat ini Indonesia sudah melakukan ekspor beras melalui Perum Bulog. Ekspor beras dilakukan lantaran kebutuhan beras belakangan sudah mencukupi.

"Alhamdulilah sudah tiga tahun tidak impor beras. Dan bahkan tahun ini dengan stok di akhir tahun bisa mencapai 7 juta ton. Bapak Presiden minta kita untuk ekspor 200 ribu ton," tuturnya.

Airlangga menambahkan, untuk ekspor komoditas lainnya, pemerintah mempertimbangkan dan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Hal itu sebagai antisipasi dari ancaman krisis pangan pada 2023 mendatang.

"Sementara beras dan ayam karena kita akan berhadapan dengan perubahan iklim 2023 krusial setelah El Nina dan El Nino," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Singapura Terancam Krisis Ayam


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading