Internasional

Janet Yellen Bicara Lagi Soal 'Hantu' Resesi, Seperti Apa?

News - luc, CNBC Indonesia
22 June 2022 08:55
U.S. Federal Reserve Board chair Janet Yellen holds a news conference in Washington September 17, 2014. REUTERS/Gary Cameron

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen kembali memberikan pandangannya terkait resesi yang tengah menghantui sejumlah negara, termasuk Negeri Paman Sam sendiri.

Dalam kunjungannya ke Rosebud Sioux Tribe di South Dakota, Selasa (21/6/2022), Yellen mengatakan secara umum pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut memang dapat menjadi indikasi terjadinya resesi.

Namun, dia pun menjelaskan tidak semua resesi sama. Ada sejumlah faktor yang membedakan resesi di satu negara dengan negara lainnya.


"Ada resesi yang dalam. Ada resesi yang dangkal. Ada resesi yang pemulihannya cepat. Ada resesi yang mungkin menaikkan tingkat pengangguran sedikit, tapi tidak banyak," katanya, seperti dikutip Reuters, Rabu (22/6/2022).

Sebelumnya, di tengah tingginya inflasi yang memaksa Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga secara agresif, Yellen mengatakan resesi ekonomi di AS bukan berarti tak terhindarkan. Adapun, sejumlah ekonom telah memproyeksikan bahwa AS akan dilanda resesi pada 2023.

Namun, dia tetap yakin sebagian besar ekonom tidak memprediksi resesi karena mereka mempertimbangkan kondisi unik dari ekonomi pasca Covid-19, termasuk tingkat partisipasi angkatan kerja yang cukup tertekan.

Janet YallenJanet Yallen

"Jadi, kita memiliki pasar tenaga kerja yang sangat ketat. Jika kita melihat orang kembali ke pasar tenaga kerja, itulah salah satu cara di mana ketatnya pasar tenaga kerja dapat dikurangi dan itu dapat membantu menurunkan tekanan inflasi," kata Yellen.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ramalan Baru Janet Yellen Soal Resesi Ekonomi AS


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading