Negara yang Diramal Jokowi Ambruk: Tak Bisa Beli Makan & BBM

News - Chandra Asmara, CNBC Indonesia
21 June 2022 12:36
Presiden RI Jokowi di Rakernas II PDI Perjuangan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat - 21 Juni 2022

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa krisis yang dialami dunia saat ini nyata. Saat ini, dunia sedang dihantam krisis yang datang secara bertubi-tubi.

Krisis dimulai dari pandemi Covid-19. Saat negara-negara mulai berupaya memulihkan dampak dari pandemi, perang antara Rusia dan Ukraina menjadi mimpi buruk baru bagi dunia karena merembet pada sektor pangan dan energi.


"Ini kita tidak berada pada posisi normal. Begitu krisis keuangan masuk ke krisis pangan, masuk ke krisis energi, mengerikan," kata Jokowi dalam Rakernas PDIP Perjuangan, Selasa (21/6/2022).

Jokowi mengaku mendapatkan informasi dari sejumlah lembaga internasional seperti IMF, World Bank, hingga UN PBB. Lembaga tersebut memperkirakan akan ada 60 negara yang ambruk akibat krisis.

"60 negara akan ambruk ekonominya, 42 dipastikan sudah menuju ke sana. Siapa yang membantu mereka kalau sudah 42? Mungkin kalau satu, dua, tiga negara krisis bisa dibantu," jelasnya.

"Tapi kalau 42, dan betul bisa mencapai 60, kita enggak ngerti apa yang bisa kita lakukan. Sehingga berjaga-jaga, waspada, hati-hati adalah hal yang sangat kita perlukan," tegasnya.

Presiden RI Jokowi di Rakernas II PDI Perjuangan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat - 21 Juni 2022Foto: Presiden RI Jokowi di Rakernas II PDI Perjuangan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat - 21 Juni 2022
Presiden RI Jokowi di Rakernas II PDI Perjuangan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat - 21 Juni 2022

Jokowi kemudian mencontohkan banyak negara yang sudah kesulitan akibat krisis yang melanda. Bahkan, ada beberapa negara yang kondisinya cukup memprihatinkan karena krisis yang disebabkan perang.

"Ada negara yang tidak ada cadangan devisa, tidak bisa beli BBM. Tidak ada cadangan devisa, tidak bisa beli pangan, tidak bisa impor karena energi impor semua. Kemudian terjebak juga pada pinjaman utang yang sangat tinggi karena debt rasio terlalu tinggi. Jadi sekali lagi, ngeri saya kalau lihat angka-angkanya," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Dunia Goncang, Jokowi: Ini Baru Awal!


(cha/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading