Internasional

Krisis Eropa Makin Ngeri, Denmark Teriak "Peringatan Dini"

News - sef, CNBC Indonesia
21 June 2022 11:05
Danish flag on the wind is seen during the cold, rainy but bit sunny summer day on Toro Island, Toro huse, Fyn (Funen), Denmark on 1 August 2021  (Photo by Michal Fludra/NurPhoto via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara Eropa kini terancam krisis energi. Setelah Belanda, Jerman dan Austria, kali ini "teriakan" datang dari Denmark.

Badan energi bahkan memberikan status "peringatan dini" seiring kekhawatiran pasokan gas karena ketidakpastian impor energi dari Rusia akibat perang dengan Ukraina. Negara Uni Eropa (UE) memberikan tiga tingkatan peringatan akan krisis, dimulai dengan "peringatan dini", lalu "waspada", dan yang tertinggi "darurat".

"Ini adalah situasi serius yang kami hadapi dan diperparah dengan berkurangnya pasokan," kata Wakil Direktur Badan Energi Denmark, Martin Hansen, ketika mengumumkan peringatan, Senin (20/6/2022) waktu setempat dikutip AFP.


Pengumuman muncul setelah perusahaan energi Denmark Orsted mengumumkan pengiriman gas Rusia ke negara Skandinavia itu akan ditangguhkan mulai 1 Juni. Orsted menolak menyelesaikan pembayaran dalam rubel, "senjata" pemerintahan Presiden Vladimir Putin pada negara-negara barat yang memberinya sanksi karena serangan ke Ukraina.

Rusia sendiri adalah salah satu sumber utama impor gas Denmark. Gas mewakili 18% dari energi yang dikonsumsi warga setiap tahun di Denmark.

Produksi domestik Denmark sebenarnya menyumbang 3/4 gas konsumsi. Sementara itu, saat ini, stok gas Denmark sekitar 75%.

Akhir pekan lalu, Belanda telah mengumumkan kembali ke pembangkit baru bara (PLTU) karena krisis energi. Jerman dan Australia juga mengambil keputusan serupa Senin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

4 Negara Eropa Sudah "Teriak" Krisis Energi, Siapa Saja?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading