Internasional

Eksklusif, Ini Kata Ukraina soal Zelensky Datang G20 Bali

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 June 2022 15:20
TOPSHOT - Ukrainian President Volodymyr Zelensky (C) speaks to media in the town of Bucha, northwest of the Ukrainian capital Kyiv, on April 4, 2022. - Ukraine's President Volodymyr Zelensky said on April 3, 2022 the Russian leadership was responsible for civilian killings in Bucha, outside Kyiv, where bodies were found lying in the street after the town was retaken by the Ukrainian army. (Photo by RONALDO SCHEMIDT / AFP) (Photo by RONALDO SCHEMIDT/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam perhelatan G20 akhir tahun ini. Hal ini terungkap dalam wawancara ekslusifnya dengan CNBC International.

Terkait undangan tersebut, Duta Besar Ukraina di Jakarta, Vasyl Hamianin mengatakan Presiden Zelensky sudah menerimanya. Namun konfirmasi kehadiran belum bisa diberikan.

"Undangan diterima dengan perasaan bersyukur, tetapi kami tidak dapat mengkonfirmasi kehadirannya, terlalu dini... masih lebih dari empat bulan sebelum pertemuan (G20)," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (20/6/2022).


Hamianin mengatakan Ukraina kini tengah fokus "melindungi diri". Sebab, ujarnya, setiap hari tentara Rusia menghancurkan kota-kota di Ukraina dan membunuh warga sipil.

"Presiden (Zelensky) mungkin menghadiri KTT G20, tapi jika situasi Ukraina sudah menjadi lebih aman atau memiliki pilihan lain sepertu pertemuan online (virtual)," tambahnya lagi.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai kemungkinan Zelensky dan Putin bersama-sama di G20, Hamianin mengatakan ragu. Ada beberapa hal mendasari.

"Menurut pendapat pribadi saya, Putin dan antek-anteknya adalah penjahat perang, bersalah atas banyak kejahatan terhadap kemanusiaan, dan Rusia adalah negara teroris," tegasnya.

"Saya memiliki perasaan sederhana bahwa penjahat perang, pembunuh massal dan teroris harus ditempatkan di bangku Pengadilan Den Haag, dan tidak berpartisipasi dalam pertemuan yang berwibawa dan dihormati."

"Saya juga ragu bahwa penjahat perang dan diktator gila Putin cukup berani untuk merangkak keluar dari bunkernya dan bepergian ke luar rusia," imbuhnya.

Serangan mendadak Rusia pada 24 Februari kini hampir memasuki bulan kelima dan belum ada tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. Serangan Putin disebut sebagai "operasi militer" dengan para ahli percaya ini bertujuan memaksa perubahan di Ukraina menjadi lebih "pro-Moskow".

Mengutip badan PBB, perang telah menyebabkan 4.000 lebih orang tewas. Perang Rusia dan Ukraina juga membuat krisis energi dan pangan dunia.

100 Hari Lebih Perang, Ini Wilayah Ukraina yang Dikuasai RusiaFoto: Infografis/100 Hari Lebih Perang, Ini Wilayah Ukraina yang Dikuasai Rusia/Aristya Rahadian
100 Hari Lebih Perang, Ini Wilayah Ukraina yang Dikuasai Rusia


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

AS Respons RI soal Undang Ukraina ke G20 Bali


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading