Perang Ukraina Senggol Denmark, Rusia Minta Bukti

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
19 June 2022 10:15
Tiang setinggi 200 meter di Jembatan Oeresund, antara Denmark dan Swedia, menyala dengan warna bendera Ukraina, terlihat dari Kopenhagen, Sabtu (26/2/2022). (Martin Sylvest/Ritzau Scanpix via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal perang Rusia pada Jumat pagi dua kali melanggar perairan teritorial Denmark di utara Pulau Bornholm di Laut Baltik, tempat festival demokrasi yang dihadiri oleh pejabat senior dan pebisnis sedang berlangsung.

Denmark menyebut tindakan itu sebagai provokasi yang tidak dapat diterima. Di sisi lain, Kedutaan Rusia di Kopenhagen mengatakan Denmark tidak bisa memberikan bukti.

Provokasi Rusia yang sangat tidak bertanggung jawab, kotorMenteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod

Angkatan Laut Denmark mengatakan kapal perang Rusia memasuki perairan Denmark tanpa izin pada pukul 00.30 GMT pada Jumat dan beberapa jam kemudian. Kapal perang itu pergi setelah angkatan laut Denmark menjalin kontak radio.


"Provokasi Rusia yang sangat tidak bertanggung jawab, kotor, dan sama sekali tidak dapat diterima," kata Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod di Twitter, merujuk pada Festival Demokrasi Denmark, dikutip Reuters, Minggu (19/6/2022).

Festival tahunan ini dihadiri oleh pejabat senior pemerintah, termasuk Kofod dan Perdana Menteri Mette Frederiksen. "Metode intimidasi ini tidak akan berhasil melawan Denmark," kata Kofod.

Kofod mengatakan duta besar Rusia telah dipanggil, yang dikonfirmasi oleh kedutaan Rusia di Kopenhagen.

Duta besar diberitahu bahwa sebuah kapal perang Rusia "diduga masuk ke laut teritorial Denmark," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.

"Tidak ada bukti apa yang terjadi, termasuk koordinat dugaan penyeberangan perbatasan laut Denmark oleh kapal itu," kata pernyataan itu.

Menteri Pertahanan Denmark Morten Bodskov mengatakan tidak ada ancaman langsung terhadap festival atau Bornholm. "Kita harus menerima bahwa Laut Baltik menjadi daerah dengan ketegangan tinggi," kata Bodskov.

Menteri Pertahanan Ukraina bulan lalu mengatakan bahwa Ukraina telah mulai menerima rudal Harpoon dari Denmark, pengiriman yang katanya merupakan hasil kerja sama antara beberapa negara. Sekutu Barat memasok Ukraina dengan senjata untuk bertahan melawan pasukan Rusia yang menginvasi pada akhir Februari.

Pada hari Jumat, Ukraina mengatakan pasukannya menyerang kapal tunda angkatan laut Rusia dengan dua rudal Harpoon di Laut Hitam, pertama kalinya diklaim telah menyerang kapal Rusia dengan senjata anti-kapal yang dipasok Barat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

AS-Rusia Teleponan Pertama Kali Selama Perang, Ini Bocorannya


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading