Jokowi Sebut Ekonomi 60 Negara Bakal Ambruk, Ini Datanya!

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
14 June 2022 15:26
Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan beratnya situasi perekonomian dunia saat ini. Bahkan sebanyak 60 negara dimungkinkan alami kejatuhan ekonomi dalam waktu dekat.

"Bank Dunia, IMF menyampaikan ada kurang lebih 60 negara yang akan ambruk ekonominya, yang 40 diperkirakan pasti," kata Jokowi, Rabu (14/6/2022).

Situasi ini disebabkan oleh pandemi covid-19 yang belum selesai disambung oleh perang Rusia dan Ukraina. Banyak negara kini harus menghadapi lonjakan harga energi dan pangan sehingga membuat inflasi meroket.

Pada sisi lain, AS juga agresif dalam kenaikan suku bunga acuan. Pelaku pasar belakangan semakin panik akibat inflasi AS yang kembali melonjak ke 8,6% (yoy). Ada peluang The Fed menaikkan suku bunga hingga 75 basis poin saat pengumuman kebijakan moneter Kamis nanti.

"Dan sampai saat ini, ini baru awal-awal. Oleh sebab itu, kita semuanya betul-betul harus siapkan diri," tegas Jokowi.

CNBC Indonesia menelusuri laporan Bank Dunia yang disampaikan oleh Jokowi. Memang ada beberapa negara yang diramal akan alami resesi. Salah satunya Rusia yang tahun ini diperkirakan -8,9%.

Negara lainnya adalah Ukraina dengan -45,1%, Kirgistan -2% dan Moldova -0,4%.

Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)Foto: Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)
Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)



Amerika Latin juga alami kejatuhan ekonomi dibandingkan dengan tahun lalu. Antara Meksiko, Chili, Argentina, Kolombia, El Savador, Paraguay, hingga Peru.

Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)Foto: Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)
Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)

Sementara itu untuk kawasan Timur Tengah ada Lebanon dan Suriah yang alami kontraksi, di mana masing-masing -6,5% dan -2,6%. Nasib buruk juga diperkirakan menimpa Maroko.

Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)Foto: Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)
Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)

Asia Selatan juga bernasib sama. Ada Sri Lanka yang diperkirakan kontraksi 7,8%. Sementara Maldives dan Pakistan alami perlambatan ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)Foto: Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)
Pertumbuhan Ekonomi. (dok Bank Dunia)


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Ungkap Ramalan Ngeri: Ekonomi 60 Negara Akan Ambruk


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading