Internasional

Crazy Rich Ramai-ramai Tinggalkan Rusia, Ini Tujuan Utamanya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 June 2022 14:25
Gedung Kremlin di Moskow, Rusia

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 15.000 miliuner diperkirakan akan meninggalkan Rusia pada 2022. Ini terjadi karena warga kaya meninggalkan rezim Presiden Vladmir Putin setelah serangan tiba-tibanya ke Ukraina.

Sekitar 15% orang Rusia dengan aset siap pakai lebih dari US$ 1 juta (Rp 14,7 miliar) diperkirakan telah beremigrasi ke negara lain pada akhir tahun 2022, menurut proyek berdasarkan data migrasi oleh Henley & Partners, perusahaan yang berbasis di London perantara antara orang super kaya dan negara yang menjual kewarganegaraan mereka.

"Rusia [adalah] jutawan berdarah," kata Andrew Amoils, kepala penelitian di New World Wealth, yang mengumpulkan data untuk Henley, dikutip dari The Guardian, Selasa (14/6/2022).


"Orang-orang kaya telah beremigrasi dari Rusia dalam jumlah yang terus meningkat setiap tahun selama dekade terakhir, sebuah tanda peringatan dini dari masalah yang dihadapi negara saat ini," tambahnya.

"Secara historis, keruntuhan negara besar biasanya didahului oleh percepatan emigrasi orang-orang kaya, yang seringkali menjadi orang pertama yang pergi karena mereka memiliki sarana untuk melakukannya."

Ukraina juga diproyeksikan menderita kerugian terbesar dari individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI) sebagai proporsi dari populasinya, dengan 2.800 jutawan (atau 42% dari semua HNWI di Ukraina) diperkirakan telah meninggalkan negara itu pada akhir tahun 2022.

Orang kaya dunia secara tradisional pindah ke Amerika Serikat (AS) dan Inggris, tetapi Henley mengatakan Uni Emirat Arab diperkirakan akan menyusul mereka sebagai tujuan nomor satu bagi emigran jutawan.

"Inggris telah kehilangan mahkota pusat kekayaannya, dan AS memudar dengan cepat sebagai magnet bagi orang kaya di dunia, dan UEA diperkirakan akan menyusulnya dengan menarik arus masuk jutawan terbesar secara global pada tahun 2022," kata Henley dalam laporannya.

Sekitar 4.000 HNWI diperkirakan telah pindah ke Uni Emirat Arab (UEA) pada akhir tahun, di depan Australia, yang diperkirakan akan menarik sekitar 3.500, Singapura (2.800) dan Israel (2.500).

Sejumlah besar miliuner juga diharapkan untuk pindah ke Malta, Mauritius dan Monaco karena salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Populasi HNWI Inggris diperkirakan akan menurun sebanyak 1.500, menjadikan jumlah orang dengan aset siap pakai lebih dari US$ 1 juta menjadi 738.000. Saat ini ada lebih dari 15 juta HNWI di dunia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Afiliator Binomo Bakal Dimiskinkan


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading