Internasional

Ramai-ramai Orang Kaya Tinggalkan Rusia, Ada Apa Putin?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 June 2022 08:05
FILE - In this March 28, 2014 file photo, a Russian national flag flies on a hilltop near the city of Bakhchysarai, Crimea. The Group of Seven major industrialized countries on Thursday March 18, 2021, issued a strong condemnation of what it called Russia's ongoing “occupation” of the Crimean Peninsula, seven years after Moscow annexed it from Ukraine. (AP Photo/Pavel Golovkin, File) Foto: AP/Pavel Golovkin

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia terancam kehilangan ribuan orang kaya. Lebih dari 15.000 miliuner diperkirakan akan meninggalkan negara yang dipimpin Vladimir Putin pada 2022. Mereka pergi setelah serangan tiba-tiba Kremlin ke Ukraina.

Sekitar 15% orang Rusia yang memiliki aset siap pakai lebih dari US$ 1 juta (Rp 14,7 miliar) diperkirakan telah beremigrasi ke negara lain pada akhir tahun 2022, menurut proyek berdasarkan data migrasi oleh Henley & Partners, perusahaan yang berbasis di London perantara antara orang super kaya dan negara yang menjual kewarganegaraan mereka.

"Orang-orang kaya telah beremigrasi dari Rusia dalam jumlah yang terus meningkat setiap tahun selama dekade terakhir, sebuah tanda peringatan dini dari masalah yang dihadapi negara saat ini," kata Andrew Amoils, kepala penelitian di New World Wealth, yang mengumpulkan data untuk Henley, dikutip dari The Guardian, Selasa (14/6/2022).


"Secara historis, keruntuhan negara besar biasanya didahului oleh percepatan emigrasi orang-orang kaya, yang seringkali menjadi orang pertama yang pergi karena mereka memiliki sarana untuk melakukannya," tambahnya.

Sekitar 4.000 individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI) diperkirakan telah pindah ke Uni Emirat Arab (UEA) pada akhir tahun, di depan Australia, yang diperkirakan akan menarik sekitar 3.500, Singapura (2.800) dan Israel (2.500).

Sejumlah besar miliuner juga diharapkan untuk pindah ke Malta, Mauritius dan Monaco karena salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Populasi HNWI Inggris diperkirakan akan menurun sebanyak 1.500, menjadikan jumlah orang dengan aset siap pakai lebih dari US$ 1 juta menjadi 738.000. Saat ini ada lebih dari 15 juta HNWI di dunia.

Ukraina juga diproyeksikan menderita kerugian terbesar dari kepergian HWNI sebagai proporsi dari populasinya. Sebanyak 2.800 jutawan (atau 42% dari semua HNWI di Ukraina) diperkirakan telah meninggalkan negara itu pada akhir tahun 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Breaking! Bank-Bank Rusia Diputus, 'Kiamat Keuangan' Putin


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading