Kelas Standar BPJS Kesehatan, Rumah Sakit Jadi Rugi?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 June 2022 18:50
INFOGRAFIS, Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan Vs Kelas Standar

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mengakui saat ini masih ragu untuk menerapkan BPJS Kesehatan Kelas Standar. Alasannya, karena informasi yang disampaikan pemerintah masih belum jelas.

Sekretaris Jenderal ARSSI Ichsan Hanafi mengatakan, kemampuan rumah sakit untuk memenuhi 12 kriteria BPJS Kelas Standar seperti yang sudah ditetapkan pemerintah dan otoritas, berbeda-beda.


Oleh karena itu, Ichsan berharap agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) bisa secara terbuka mengenai seluruh hal-hal krusial dalam penerapan BPJS Kelas Standar ke depan.

"Katanya di Kelas Standar itu jumlah tempat tidur ada 4 dan 6. Itu masih belum dipastikan. Di rumah sakit tipe C, yang tadinya jumlah tempat tidur 100, dengan penerapan kelas standar tempat tidur akan berkurang. Kekurangannya bisa sekitar 20% dari 100 tempat tidur, jadi hanya 80 tempat tidur saya," jelas Ichsan kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (9/6/2022).

Selain itu, yang juga dikhawatirkan ARSSI adalah mengenai penetapan tarif untuk rumah sakit jika menerapkan rawat inap BPJS Kesehatan Kelas Standar.

"Kalau ada kelas standar ini pakai tarif yang mana? Kami juga perlu tahu pakainya tarif yang mana," tutur Ichsan. Pasalnya, kata Ichsan sudah hampir 8 tahun, tarif paket perawatan atau INA-CBGs tidak pernah ada penyesuaian.

INA-CBGs merupakan instrumen untuk menghitung pembayaran kepada rumah sakit dengan sistem paket, berdasarkan penyakit yang diderita pasien. Arti dari Case Base Groups (CBG) itu sendiri, adalah cara pembayaran perawatan pasien berdasarkan diagnosis-diagnosis atau kasus-kasus yang relatif sama.

Ichsan berharap agar pemerintah dan otoritas untuk terlebih dahulu melakukan penyesuaian tarif, jika sudah disesuaikan maka dilanjutkan untuk penerapan kelas standar.

"Untuk kelas standar ini bagi kami di rumah sakit swasta tidak mudah, karena ada beberapa rumah sakit yang terpaksa harus merenovasi fasilitasnya. Untuk merenovasi fasilitas ini, butuh kepastian juga," ujarnya.

Kendati demikian, ARSSI berharap agar tarif rawat inap BPJS Kelas Standar bisa disesuaikan atau setara dengan tarif yang BPJS Kesehatan Kelas 1 yang masih berlangsung saat ini. Kepastian tarif ini perlu didiskusikan dengan berbagai pihak.

"Diskusi antara Kementerian Kesehatan, DJSN, dan asosiasi kira-kira tarifnya di seperti di kelas berapa. Ini juga butuh kepastian di kami. Ini penting sekali agar bisa menghitung ke depannya seperti apa," kata Ichsan lagi.

INFOGRAFIS, Ruangan Kelas Standar BPJS KesehatanFoto: Infografis/ Ruangan Kelas Standard BPJS Kesehatan/ Edward Ricardo Sianturi
INFOGRAFIS, Ruangan Kelas Standar BPJS Kesehatan

Menurut Ichsan, ARSSI juga perlu memikirkan kapasitas untuk menyediakan ruang rawat inap BPJS Kesehatan Kelas Standar. Sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, untuk rumah sakit pemerintah harus menyediakan 60% ruang rawat inap BPJS Kelas Standar dan rumah sakit swasta harus menyediakan 40%.

Dengan adanya penerapan kelas standar ini, rumah sakit juga memikirkan psikologi dari pasien yang telah terbiasa dirawat dalam ruang rawat inap dengan tingkat kelas BPJS Kesehatan.

"Ini berisiko kalau dulu pasien biasa di Kelas 1, Kelas 2, dan kalau diterapkan kelas standar, kan ini gak ada lagi. Ii juga akan menjadi masukan tersendiri bagi kami pada pasien-pasien itu. Gimana kalau pasien kelas standar ini naik ke kelas VIP atau di atasnya lagi, ini tarifnya belum diatur," tuturnya.

"Memang pemerintah sudah menentukan rumah sakit (swasta) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan 40% dipersiapkan untuk kelas standar, hanya saja rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS itu angka huniannya lebih dari 60% adalah BPJS. Artinya rumah sakit (swasta) harus menyediakan kapasitas tempat tidurnya lebih dari 40% untuk kelas standar," kata Ichsan lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Iuran BPJS Kesehatan Akan Ditentukan Gaji, Makin Mahal?


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading