Internasional

Panas! Jet Tempur China 'Ngajak Ribut' Pesawat Australia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
06 June 2022 13:25
This satellite image provided by Maxar Technologies shows Chinese vessels anchored the Whitsun Reef located in the disputed South China Sea. Tuesday, March 23, 2021. The United States said Tuesday it’s backing the Philippines in a new standoff with Beijing in the disputed South China Sea, where Manila has asked a Chinese fishing flotilla to leave a reef. China ignored the call, insisting it owns the offshore territory. (©2021 Maxar Technologies via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan China dan Australia mendadak kembali memanas. Pasalnya manuver agresif jet tempur Beijing dilaporkan membahayakan awak pesawat pengintai Canberra saat berpatroli di sekitar perairan Laut China Selatan (LCS).

Klaim ini dikatakan oleh Kementerian Pertahanan Australia, Minggu (5/6/2022). Menteri Pertahanan Australia Richard Marles juga membenarkan hal tersebut.

Menurut Marles, saat itu J-16 China terbang terlalu dekat dengan P-8 Australia dalam misi pengawasan rutin di wilayah udara internasional bulan lalu dan kemudian pesawat China melepaskan suar dan sekam yang masuk setidaknya ke salah satu mesin pesawat Australia.


Pesawat Australia itu terbang sesuai dengan hukum internasional, menggunakan hak atas kebebasan navigasi dan penerbangan di perairan internasional, dan wilayah udara.Anthony Albanese, PM Australia

Pesawat militer biasanya melepaskan sekam, yakni potongan kecil aluminium atau seng, sebagai tindakan balasan yang disengaja untuk membingungkan rudal, tetapi juga dapat menggunakannya untuk menyabotase pesawat yang mengejar.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Australia menggambarkan pertemuan itu sebagai "manuver berbahaya yang menimbulkan ancaman keselamatan bagi pesawat P-8 dan awaknya."

"Pesawat J-16 terbang sangat dekat ke sisi P-8 ... dalam terbang dekat ke samping, itu melepaskan suar," kata Marles kepada 9News Australia dalam wawancara yang disiarkan televisi, sebagaimana dikutip oleh CNN International, Senin (6/6/2022).

"J-16 kemudian berakselerasi dan memotong hidung P-8, menetap di depan P-8 pada jarak yang sangat dekat... Saat itu kemudian dilepaskan seikat sekam, yang berisi potongan-potongan kecil aluminium, beberapa di antaranya tertelan ke dalam mesin pesawat P-8. Jelas sekali, ini sangat berbahaya," tambah Marles.

Jet tempur J-16D China. (REUTERS/ALY SONG)Foto: Jet tempur J-16D China. (REUTERS/ALY SONG)

Ketika tertelan, sekam dapat merusak bilah mesin jet dan dalam kasus ekstrim bahkan dapat mematikannya, menurut Peter Layton, mantan perwira Angkatan Udara Australia yang sekarang menjadi peneliti di Griffith Asia Institute.

Sementara P-8 dapat beroperasi hanya dengan satu dari dua mesinnya, insiden yang diduga akan memaksa pesawat tersebut untuk kembali ke pangkalan dan secara efektif mengakhiri patroli.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pemerintahnya telah mengangkat masalah ini dengan Beijing.

"Ini tidak aman, apa yang terjadi, dan kami telah membuat representasi yang tepat kepada pemerintah China untuk mengungkapkan keprihatinan kami," kata Albanese.

"Pesawat Australia itu terbang sesuai dengan hukum internasional, menggunakan hak atas kebebasan navigasi dan penerbangan di perairan internasional, dan wilayah udara," jelasnya.

Pemerintah China sendiri belum membuka suara untuk mengomentari tuduhan Australia terkait hal ini.

Ini adalah kedua kalinya dalam seminggu pesawat China dituduh membahayakan penerbangan pengintaian militer dari negara lain lain. Beberapa waktu lalu Kanada mengatakan pesawat tempur China mendengungkan pesawat pengintainya yang memberlakukan sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Angkatan Bersenjata Kanada mengatakan dalam beberapa kasus, pesawat tempur China datang begitu dekat sehingga pesawat Kanada harus mengubah arah untuk menghindari tabrakan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pasifik Memanas! Tetangga RI Waswas Manuver China di Solomon


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading