Internasional

Sst.. Diam-diam Biden Mau Bertemu Putra Mahkota Raja Salman

News - sef, CNBC Indonesia
03 June 2022 08:01
Presiden AS Joe Biden tiba di Gedung Putih pada 18 Mei 2022 di Washington, DC. (Getty Images/Win McNamee)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bakal mengunjungi Arab Saudi, Juni ini. Laporan ini terungkap beberapa jam setelah Arab menyetujui kenaikan produksi minyak dan membantu memperpanjang gencatan senjata di Yaman yang dilanda perang.

Mengutip AFP, sumber anomin The New York Times, The Washington Post dan CNN International, mengatakan Biden akan bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Padahal sebelumnya Biden keras menentang pertemuan dengannya dan memaksa empat mata ke Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

MBS dituduh intelijen AS memerintahkan pembunuhan jurnalis anti pemerintah Jamal Khashoggi. Ia terbunuh di Turki tahun 2018 lalu.


Sayangnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan dia tidak memiliki agenda perjalanan untuk diumumkan. "Presiden akan mencari peluang untuk terlibat dengan para pemimpin dari kawasan Timur Tengah," ujarnya dikonfirmasi wartaan dikstip AFP, Jumat (3/6/2022).

Juni ini, Biden sebenarnya memang berencana melakukan perjalanan ke KTT NATO di Spanyol dan KTT Kelompok Tujuh (G7) di Jerman. Selain Arab, ia diperkirakan akan melakukan perjalanan juga ke Israel untuk membahasĀ Iran.

Arab Saudi dan AS adalah sekutu dekat di Timur Tengah. Namun hubungan kedua negara semanas karena isu HAM, melibatkan MBS dan Khashoggi.

Bukan hanya itu, keputusan Arab tak memberi sanksi ke Rusia juga membuat AS meradang. Ini terkait serangan Rusia ke Ukraina sejakĀ 24 Februari lalu.

Namun, pejabat AS dikejutkan Kamis, oleh langkah produsen minyak utama yang dipimpin oleh Arab (OPEC), yang menyetujui kenaikan produksi minyak yang lebih besar dari perkiraan. Kenaikan pasokan dapat membantu menurunkan harga yang meroket.

"Arab Saudi (juga) menunjukkan kepemimpinan yang berani dengan mengambil inisiatif sejak dini untuk mendukung dan menerapkan persyaratan gencatan senjata yang dipimpin PBB," kata Biden dalam sebuah pernyataan menanggapi keputusan kerajaan di Yaman.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biden Undang Pemimpin ASEAN ke AS, Rayu 'Keroyok' China?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading